Pertemuan ini digelar di tengah kekhawatiran bahwa langkah tarif Amerika Serikat dapat mengganggu perekonomian kawasan.
Dalam pernyataan bersama yang disusun seusai pertemuan, para pejabat menyoroti bahwa prospek ekonomi kawasan kini berada dalam tekanan.
Mereka mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global. Pejabat juga menggarisbawahi bahwa eskalasi proteksionisme perdagangan global menimbulkan fragmentasi ekonomi.
Fragmentasi tersebut akhirnya berdampak pada arus perdagangan, investasi, dan modal lintas negara. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen penuh negara-negara ASEAN+3 terhadap sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan.
Sistem perdagangan ini juga diharapkan tidak diskriminatif, terbuka, adil, inklusif, setara, dan transparan. Sistem ini, menurut mereka, harus tetap berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Selain itu, negara-negara tersebut juga sepakat untuk mendorong peningkatan perdagangan dan investasi intra-kawasan guna memperkuat ketahanan ekonomi regional.
Menteri Keuangan Jepang, Kato Katsunobu, menyampaikan Jepang akan aktif mendesak Amerika Serikat untuk meninjau kembali kebijakan tarifnya yang dinilai merugikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Malaysia Pangkas Kuota BBM Subsidi RON 95 Mulai April 2026, Ini Dampaknya bagi Konsumen dan Ekonomi
-
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi
-
Bangkit di Akhir Tahun, Kinerja Emiten HGII Melonjak di Kuartal IV 2025
-
Bank Neo Commerce (BBYB) Kena Sanksi OJK, Dampaknya Tidak Main-main!
-
Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar