- BCA memperkuat proteksi nasabah terhadap kejahatan digital karena lebih dari 98 persen transaksi kini dilakukan secara digital.
- Peningkatan transaksi cepat memicu kelalaian nasabah dan memicu kerugian besar akibat modus penipuan seperti scamming dan phishing.
- BCA meningkatkan respons cepat pelaporan fraud dan mengembangkan aplikasi untuk memblokir transaksi secara mandiri oleh nasabah.
Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) memperkuat sistem perlindungan nasabah dari kejahatan digital. Hal ini seiring dengan meningkatnya transaksi digital.
EVP Contact Center & Digital Service BCA Adrianus Wagimin mengatakan, penetrasi transaksi digital yang masif ini mengubah perilaku transaksi masyarakat menjadi serba cepat, namun di sisi lain meningkatkan potensi risiko penipuan.
"Sekarang semuanya bergerak ke layar handphone. Nasabah ingin serba cepat, serba simpel, dan itu mengubah behavior transaksi secara fundamental," ujar Adrianus seperti dikutip, Jumat (6/2/2026).
Ia menyebut, lebih dari 98 persen transaksi nasabah BCA kini dilakukan secara digital. Namun, kecepatan transaksi kerap memicu kelalaian, seperti salah memasukkan nominal transfer atau terburu-buru membagikan data sensitif.
"Kasus orang bayar tagihan Rp 200 juta tapi transfer Rp2 miliar itu ada. Atau salah masukkan nominal karena buru-buru. Perilaku ‘ingin cepat’ ini membuka celah risiko kalau tidak hati-hati," katanya.
BCA juga menyoroti meningkatnya kasus kejahatan digital secara nasional. Mengacu data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) OJK, terdapat lebih dari 411 ribu laporan penipuan digital dalam setahun terakhir dengan nilai kerugian mencapai Rp 9 triliun.
Menurut Adrianus, modus penipuan masih didominasi scamming dan phishing, dengan pola yang semakin beragam.
"Fraudster sekarang makin pintar. Mereka memanfaatkan momen emosional. Ada yang ditelepon bahwa anaknya kecelakaan, terdengar suara ambulans, lalu diminta transfer segera," bebernya.
Ia menegaskan, penipuan digital bisa menimpa siapa saja. Data internal BCA menunjukkan, 55 persen korban berada di usia 26–35 tahun, disusul 28 persen di rentang 36–50 tahun.
Baca Juga: BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan
"Ini membuktikan semua demografi rentan. Kuncinya adalah kewaspadaan," katanya.
Untuk menekan risiko, BCA mengandalkan respons cepat atas setiap laporan fraud, termasuk verifikasi, pengamanan rekening, serta koordinasi pelacakan dana antarbank.
"Begitu nasabah sadar ada penipuan, aliran dana biasanya sudah berpindah dari rekening A ke B hingga C. Karena itu kami langsung melakukan verifikasi, memproteksi rekening, dan mengoordinasikan tracking dana antarbank," jelasnya.
Selain itu, BCA mengembangkan Halo BCA App yang terintegrasi dengan myBCA untuk memudahkan nasabah melaporkan dan memblokir transaksi secara mandiri.
"Dengan aplikasi, nasabah bisa live chat, cek status laporan seperti tracking pengiriman makanan, memblokir kartu, mengatur limit, membuka blokir PIN, hingga melakukan pengkinian data. Semuanya serba cepat," pungkas Adrianus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya