- Harga komoditas utama Indonesia seperti CPO dan batu bara turun signifikan sepanjang tahun 2025.
- Mendag Budi Santoso menyampaikan penurunan harga energi lain, namun emas naik 61,6 persen pada 2025.
- Ekspor Indonesia 2025 tumbuh 6,15 persen dan mencatat surplus neraca perdagangan senilai 41,05 miliar USD.
Suara.com - Harga sejumlah komoditas utama Indonesia tercatat mengalami tekanan sepanjang 2025. Penurunan harga tersebut terjadi pada komoditas energi maupun komoditas unggulan yang selama ini menjadi penopang ekspor nasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebutkan, penurunan harga terlihat pada minyak mentah kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) serta batu bara. Dua komoditas tersebut selama ini memiliki kontribusi besar terhadap kinerja ekspor Indonesia.
"CPO tahun 2025 itu harganya turun 16,2 persen. Kemudian batu bara, ini sumber dari Bloomberg ya, batu bara turun 19,7 persen," ujarnya dalam kegiatan Capaian Kinerja 2025 dan Program Kerja 2026 di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Selain CPO dan batu bara, Mendag mengungkapkan penurunan harga juga terjadi pada komoditas energi lainnya. Brent crude oil tercatat turun 16,8 persen, sementara WTI crude oil mengalami penurunan sebesar 18 persen.
Tak hanya itu, harga nikel juga mengalami koreksi dengan penurunan mencapai 9,4 persen sepanjang 2025. Di sisi lain, harga emas justru bergerak berlawanan arah.
Budi menyebutkan, harga emas mengalami kenaikan signifikan pada 2025. Komoditas logam mulia tersebut tercatat melonjak hingga 61,6 persen.
Menurut Mendag, penurunan harga sejumlah komoditas utama tersebut turut memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Pasalnya, komoditas-komoditas tersebut memiliki porsi ekspor yang cukup besar.
"Ini tentu akan memengaruhi kinerja ekspor utama untuk komoditas ini karena komunitas ini ekspornya cukup tinggi," urainya.
Meski dihadapkan pada tekanan harga komoditas global, Budi menyampaikan kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan masih mencatatkan pertumbuhan positif. Nilai ekspor Indonesia selama Januari–Desember 2025 mencapai 282,91 miliar dolar Amerika Serikat.
Baca Juga: Pemerintah Catat Belanja Nasional Capai Rp 393,78 T Sepanjang 2025
Capaian tersebut naik 6,15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang tercatat sebesar 266,53 miliar dolar AS. Kinerja tersebut dinilai tetap solid di tengah tantangan global.
"Dengan tantangan global yang ada dengan harga komoditas yang seperti saya sampaikan tadi, kita tetap tumbuh 6,15 persen dan kalau kita lihat ekspor non-migas kita mencapai 7,66 persen," sambungnya.
Di sisi lain, Mendag juga menyoroti kinerja neraca perdagangan Indonesia yang masih mencatatkan surplus. Neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tercatat surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS.
Surplus tersebut meningkat 31,03 persen dan telah berlangsung selama 68 bulan berturut-turut. Capaian ini disebut mencerminkan ketahanan sektor perdagangan Indonesia di tengah dinamika pasar global.
"Mudah-mudahan dalam kondisi apapun di pasar global kita tetap terus meningkatkan ekspor kita," pungkas Mendag.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM