Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia mencatatkan kinerja yang beragam (mixed) pada perdagangan Rabu (2/7). Hal ini seiring meningkatnya kewaspadaan investor terhadap kebijakan perdagangan AS dan sikap Federal Reserve.
Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan bahwa pemangkasan suku bunga akan tetap dilakukan meski bukan karena kebijakan tarif Presiden Trump. Di sisi lain, pernyataan Trump mengenai penolakan untuk menunda tenggat waktu pengenaan tarif impor pada 9 Juli memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan dagang.
Di pasar Asia, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,56 persen, Topix melemah 0,21 persen, dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,47 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,62 persen, Taiex Taiwan menguat 0,11 persen, ASX 200 Australia naik 0,66 persen, Straits Times Singapura menguat 0,53 persen, dan FTSE Malaysia naik 0,56 persen.
Bursa Jepang turut melemah setelah Trump mengancam akan menaikkan tarif bea masuk dan mengkritik Jepang karena tidak menerima ekspor beras dari AS. Investor kini menanti langkah selanjutnya dari Trump terkait tarif yang saat ini masih ditangguhkan hingga April.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran
-
Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?
-
Nilai Ekspor RI Naik 5,48% Jadi 92,15 Miliar USD hingga April 2026, Ditopang Sektor Non Migas