Suara.com - Pemerintah putar otak untuk mencari tambahan pendapatan negara, setelah salah satu pos koleksinya bergeser.
Pos pendapatan yang bergeser yaitu dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tak lagi bisa dikolek negara, tetapi dikelola oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)
Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim, pemerintah sudah memiliki pos baru untuk sumbal pendapatan negara yang kosong dari dividen.
Pemerintah, bilang Sri Mulyani akan mengandalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) agar bisa menambal pendapatan negara yang mencapai Rp 80 triliun. Menurut nya, PNBP bisa meningkat setengah dari dividen BUMN yaitu mencapai Rp 40 triliun.
"Artinya PNBP mencari tambahan penerimaan baru sebesar Rp 40 triliun," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR yang dikutip Jumat (4/7/2025).
Mantan Direktur Pelaksana Bank dunia ini menuturkan, target PNBP pada tahun ini juga diproyeksikan tidak tercapai. Sri Mulyani menghitung, PNBP hanya bisa terkoleksi sebesar Rp 477,2 triliun hingga akhir tahun.
"Jadi untuk PNBP dari target Rp 513,6 triliun mungkin hanya tercapai Rp 477,2 triliun, ini karena Rp 80 triliun dividen APBN di awal diserahkan ke Danantara," katanya.
Diketahui sejumlah perusahaan BUMN telah resmi mengumumkan pembagian dividen dari keuntungan yang berhasil diraup sepanjang tahun buku 2024.
Dari catatan yang dihimpun, setidaknya empat BUMN besar yang akan berada di bawah pengelolaan Danantara telah mengumumkan besaran dividennya. Keempat perusahaan pelat merah tersebut adalah MIND ID, Bank Mandiri, Bank BNI, dan Bank BRI.
Baca Juga: Olahraga Padel Kena Pajak 10 Persen, Kantor Sri Mulyani Buka Suara
PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID menjadi BUMN pertama yang melaporkan pembagian dividen dengan nilai yang fantastis, mencapai Rp 11,2 triliun. Mengingat 100% kepemilikan saham perusahaan holding pertambangan mineral dan batu bara (minerba) ini masih berada di tangan pemerintah dan dalam waktu dekat akan beralih kepemilikannya di bawah Danantara (melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) sebagai holding operasional), maka seluruh dividen jumbo ini akan langsung masuk ke kas negara melalui Danantara.
Dari sektor perbankan BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) secara kompak juga mengumumkan besaran dividen yang akan mereka bagikan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang pertama dari sektor perbankan yang mengumumkan dividen pada Senin (24/3/2025) lalu. BRI sepakat untuk membagikan dividen sebesar Rp 51,74 triliun. Dengan kepemilikan saham pemerintah sebesar 53,18%, maka sebagian besar dari dividen ini akan mengalir ke Danantara.
Selanjutnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul dengan mengumumkan pembagian dividennya kemarin. Berdasarkan pengumuman resmi, setoran dividen Bank Mandiri ke Danantara mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp 23,66 triliun.
Terakhir, hari ini giliran PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang mengumumkan kontribusinya. BNI sepakat untuk menyalurkan dividen senilai Rp 8,37 triliun ke badan pengelola investasi negara, Danantara.
MIND ID terbilang yang paling cepat melaporkan dividen senilai Rp11,2 triliun. Nilai tersebut seluruhnya masuk ke negara mengingat 100 persen kepemilikan saham perusahaan holding pertambangan mineral dan batu bara (minerba) ini punya pemerintah dan segera berganti kepemilikan di bawah Danantara atau PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), perusahaan induk (holding) operasional Danantara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC
-
Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar
-
Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal
-
Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi
-
Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU