Suara.com - Recruit Holdings, induk perusahaan Indeed dan Glassdoor di Jepang, akan mengurangi jumlah karyawan sekitar 1.300 di kedua lokasi kerja tersebut. Kepitusan ini dilakukan lantaran tengah pergeseran fokus ke arah kecerdasan buatan.
Pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut yang mewakili sekitar 6 persen dari tenaga kerja di segmen teknologi SDM. Sebagian, besar berada di AS dan berada di tim penelitian dan pengembangan, pertumbuhan, serta SDM dan keberlanjutan, tetapi mencakup semua fungsi dan beberapa negara, menurut memo tersebut.
Meski demikian, perusahaan tidak memberikan alasan spesifik untuk PHK tersebut.
CEO Recruit Hisayuki "Deko" Idekoba mengatakan pemutusan ini dikarenakan penggunaan AI yang lebih efisien dalam menyelesaikan pekerjaan.
"AI sedang mengubah dunia, dan kita harus beradaptasi dengan memastikan produk kami memberikan pengalaman yang benar-benar luar biasa bagi para pencari kerja dan pemberi kerja," katanya dilansir CNN International, Jumat (11/7/2025).
Recruit juga mengatakan akan mengintegrasikan operasi Glassdoor ke dalam Indeed. Akibatnya, CEO Glassdoor, Christian Sutherland-Wong, akan meninggalkan perusahaan, efektif per 1 Oktober.
LaFawn Davis, kepala sumber daya manusia dan keberlanjutan Indeed, juga akan mengundurkan diri efektif per 1 September, dan akan digantikan oleh Ayano Senaha, kepala operasional Recruit.
Recruit, yang mengakuisisi Indeed pada tahun 2012 dan Glassdoor pada tahun 2018, saat ini memiliki 20.000 karyawan di unit bisnis teknologi SDM.
Pada tahun 2024, Indeed mengumumkan rencana untuk memangkas 1.000 posisi. Hal ini menyusul pengumuman sebelumnya setahun sebelumnya, ketika perusahaan mengatakan akan memangkas sekitar 2.200 pekerjaan, yang mewakili 15% dari total stafnya.
Baca Juga: Bisnis di Ujung Tanduk? Bos Apindo Jabar Ungkap Strategi Bertahan di Tengah Badai Ekonomi
Sebelumnya, perusahaan-perusahaan AS, termasuk raksasa teknologi Meta dan Microsoft, baru-baru ini mengumumkan PHK untuk memprioritaskan investasi AI serta untuk mengarungi perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Pemutusan hubungan kerja juga dilakukan oleh beberapa perusahaan. Salah satunya adalah Bumble. Aplikasi kencan yang sedang terpuruk yang sahamnya telah kehilangan 90 persen memangkas karyawannya. Perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja sebanyak 30 persen karyawannya.
Perusahaan mengumumkan dalam pengajuan peraturan pada hari Rabu bahwa PHK tersebut berjumlah 240 posisi. Serta akan menghemat Bumble sebesar 40 juta dolar AS setiap tahunnya.
Pengurangan tenaga kerja tersebut "menyelaraskan kembali struktur operasinya untuk mengoptimalkan pelaksanaan prioritas strategisnya," dengan perusahaan menginvestasikan kembali "sebagian besar" uang yang dihemat ke dalam produk dan alat baru.
Ini adalah tanda peringatan terbaru bahwa pengguna yang lebih muda semakin frustrasi dan meninggalkan kencan daring. Serta memaksa perusahaan seperti Bumble untuk mencari cara baru untuk berinovasi, termasuk memberi penekanan lebih kuat pada penggunaan kecerdasan buatan untuk menemukan kecocokan.
"Keputusan ini tidak dibuat dengan mudah, dan kami sangat berterima kasih atas kontribusi setiap karyawan yang terdampak," kata juru bicara Bumble.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK