Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memberdayakan masyarakat melalui program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI).
Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal, mengungkapkan PKT BERSERI dijalankan di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Wilayah tersebut merupakan dataran tinggi dengan potensi pertanian yang besar, namun masih menghadapi berbagai tantangan mendasar.
Melalui program ini, Pupuk Kaltim merancang model pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus memberdayakan petani lokal untuk mengelola sumber daya pertanian secara berkelanjutan. Sasarannya, pemanfaatan limbah ternak dan pertanian menjadi pupuk kompos organik, sekaligus mendorong diversifikasi pendapatan berbasis agribisnis lokal.
"Program ini representasi komitmen Pupuk Kaltim terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya sektor pertanian pedesaan dengan mengedepankan pendekatan holistik yang menyentuh aspek ekonomi, sosial dan lingkungan secara terpadu," ungkap Gusrizal, belum lama ini.
Dijelaskan Gusrizal, sepanjang Maret 2024 hingga Februari 2025, program ini telah berhasil mengolah total 34,6 ton limbah kotoran hewan dan lebih dari 1,5 ton limbah pertanian seperti jerami, yang diproses menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Inovasi ini pun berdampak besar dalam menurunkan emisi gas rumah kaca, serta menekan praktik pembakaran terbuka terhadap limbah pertanian yang selama ini menjadi penyumbang polusi udara dan degradasi lingkungan.
Sementara dari sisi kapasitas produksi pertanian, sebelum program PKT BERSERI petani Bulutana hanya mampu menghasilkan rata-rata 3,8 ton padi per hektar. Namun, setelah penerapan teknologi dan metode pertanian ramah lingkungan, produktivitas meningkat hingga 6,3 ton per hektar atau lebih dari 65 persen. Begitu juga biaya produksi per hektar berhasil ditekan hingga 23,8 persen, dari Rp1,7 Juta menjadi Rp1,3 Juta. Efisiensi ini menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian petani, mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian eksternal dan memperluas margin keuntungan petani lokal.
"Selain peningkatan hasil produksi, biaya pertanian pun bisa ditekan signifikan oleh petani berkat pemanfaatan kompos dan pestisida nabati hasil produksi mandiri," tandas Gusrizal.
Lebih lanjut, program PKT BERSERI juga memberikan manfaat langsung bagi 132 petani dari enam kelompok tani aktif di Kelurahan Bulutana, serta manfaat tidak langsung bagi sekitar 200 orang lainnya yang menjadi bagian dari jaringan produksi dan distribusi kompos. Mengingat program ini turut menciptakan unit usaha baru berbasis masyarakat di bidang produksi pupuk organik, sehingga persoalan sosial terkait kurangnya lapangan kerja di pedesaan turut terselesaikan dengan baik.
Penguatan kelembagaan kelompok tani binaan juga menjadi perhatian utama program, dengan pelatihan intensif terkait perencanaan usaha tani, teknik produksi kompos, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan manajemen usaha berbasis pertanian. Pendekatan ini menjadikan kelompok tani lebih tangguh, serta memiliki kapasitas menjalankan usaha mandiri.
Baca Juga: Mentan Amran Geram Temukan Pupuk Palsu: Petani Bisa Langsung Bangkrut!
"Saat ini pengembangan agrowisata di Kelurahan Bulutana sebagai alternatif pendapatan juga mulai dirintis, dengan menjadikan kawasan pertanian sebagai destinasi edukasi lingkungan dan pertanian organik," tutur Gusrizal.
Menurut Gusrizal, PKT BERSERI mempertegas visi Pupuk Kaltim dalam mendorong transformasi sektor pertanian, melalui pendekatan yang inovatif dan inklusif. Menyentuh berbagai aspek kehidupan petani, program ini tidak hanya menjawab tantangan agrikultur saat ini, tetapi juga merancang masa depan pertanian yang berdaulat dan berkelanjutan.
Inisiatif ini sekaligus membangun fondasi sosial yang kuat di tingkat komunitas, dengan mengedepankan nilai gotong royong dan solidaritas sosial, sebagai modal penting dalam membangun masyarakat pedesaan yang tangguh dan adaptif. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus mendorong replikasi model PKT BERSERI, dengan menyesuaikan karakteristik lokal dan memperkuat peran aktif masyarakat sebagai penggerak utama perubahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?