Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan merasa gembira keponakannya Pandu Sjahrir kini memagang kendali Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara.
Dia pun memuji Pandu bisa menjadi Chief Investment Officer (CIO) Danantara. Dalam jabatannya, Pandu akan bertugas mengawal investasi dari dividen BUMN.
"Kalau sekarang bapakmu (Sjahrir) lihat dari langit sana, dia bilang, ‘paten juga anakku ini’,” ujar Luhut di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (28/7/2025).
Selain itu, Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi ini juga melihat, Pandu Sjahrir telah melampaui kapasitas dan kualitas ayahnya yang merupakan ekonom nasional.
Akan tetapi, Luhut mengingatkan, Pandu agar tidak mengecewakan seluruh pihak dalam bekerja. Kemudian, bekerja dengan hati yang tulus.
"Ya Pandu, saya titip, pintar saja tidak cukup, tapi karakter is very important. Bekerjalah dengan hati. Karena kalau kamu bekerja dengan hati maka banyak hal-hal baik yang bisa kamu lakukan," imbuhnya.
Pandu Sjahrir atau yang memiliki nama lengkap Pandu Patria Sjahrir dikenal sebagai seorang pengusaha batu bara dan profesional investor Indonesia. Pandu lahir di Boston, Amerika Serikat pada 17 Mei 1979. Domisilinya saat ini tercatat ada di Jakarta.
Pandu Sjahrir bukanlah sosok yang asing di lingkaran orang terdekat Presiden RI, Prabowo Subianto. Tercatat, ia pernah menjadi Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
Sementara, di industri pertambangan, Pandu cukup dikenal luas sebagai pengusaha batu bara yang sukes. Ia sempat menjabat sebagai eksekutif di PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA), perusahaan yang kepemilikannya kerap dikaitkan dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga: Ribut-ribut Soal Ijazah Jokowi, Luhut: Kontribusi Kau Buat Negara Apa?
Terkait pertanyaan, Pandu Sjahrir anak siapa diketahui ia merupakan anak dari pasangan Sjahrir dan Nurmala Kartini Sjahrir. Diketahui, Sjahrir adalah ekonom sekaligus mantan aktivis yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang ekonomi di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?