Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyerupai perdagangan sebelumnya dengan menguat pada pembukaan, Jumat, 8 Agustus 2025. IHSG dibuka terapresiasi ke level 7.649.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG hingga pukul 09.04 WIB masih betah di zona hijau menuju level 7.550 atau 60,38 poin, secara presentase naik 0,81 persen dibanding penutupan pada perdagangan Kamis.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,02 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,15 triliun, serta frekuensi sebanyak 198.700 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 171 saham bergerak naik, sedangkan 280 saham mengalami penurunan, dan 505 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, AMMS, BBLD, BRPT, CUAN, DSSA, IBOS, IMPC, ISAP, KBLV, KPIG.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, AEGS, BMBL, COIN, FORU, HGII, IKAN, KEJU, MANG, MBMA, PTSP.
Pilarmas Invetindo Sekuritas dalam riset hariannya menyatakan IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Jumat ini (8/8), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah tipis.
Pada penutupan Kamis (7/8), IHSG terkoreksi sebesar 13,57 poin atau 0,18 persen ke posisi 7.490, dengan sektor basic materials menjadi penopang utama lewat penguatan 1,21 persen, sementara sektor teknologi menjadi pemberat terbesar usai turun hingga 4,46 persen.
Analis memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support 7.440 dan resistance 7.600, mencerminkan ruang kenaikan yang terbatas di tengah pasar yang masih mencermati sejumlah sentimen global.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Jual 1 Miliar Saham CUAN di Tengah Isu Masuk MSCI Global
Pelaku pasar global kini menanti arah kebijakan moneter lanjutan dari Federal Reserve (The Fed) dan Bank of England (BoE), yang akan sangat menentukan arah suku bunga ke depan.
Sentimen pasar juga tertekan oleh implementasi tarif perdagangan baru yang mulai berlaku Kamis kemarin, seiring langkah Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk teknologi, farmasi, dan semikonduktor dari sejumlah negara mitra dagang utama.
Ketidakpastian global inilah yang menjadi penghambat penguatan IHSG secara agresif, meskipun masih ada peluang teknikal untuk pemulihan jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000
-
Bisa Pesan Sekarang, Harga Emas Antam Tetap Rp2.665.000/Gram Hari Ini
-
Tak Lagi Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Didorong Bangun Bisnis PLTS
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini ke Level 5.800-an, BREN dan ANTM Mulai Diburu Asing
-
OJK Kaji Penguatan Pengawasan Rekening Judi Online, Lebih dari 33 Ribu Sudah Diblokir
-
Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri