Suara.com - Mantan Duta Besar RI di WTO Gusmardi Bustami menilai poin-poin kesepakatan tarif impor yang disepakati Presiden Donald Trump dan Presiden Prabowo Subianto pada negosiasi pada 15 Juli 2025 masih memberatkan Indonesia.
Salah satunya Indonesia akan menghapus sekitar 99 persen hambatan tarif untuk berbagai produk industri, makanan, dan pertanian asal AS yang diekspor ke Indonesia.
"Kalau bilateral itu simetrik. Dia bilang dia akan join statment 22 juli 99 persen produk Amerika yaitu 0 persen dan Indonesia kena tarif 19 persen itu saya lihat tidak seimbang," ujar dia saat dikutip di Youtube Rhenald Kasali, Jumat (8/8/2025).
Dia membeberkan dalam join statement Indonesia dan Amerika juga menentukan certificate of origin yang mana dokumen yang membuktikan asal suatu barang yang diekspor.
Persyaratan-persyaratan barang mau diekspor ke Amerika harus ada country of origin dalam menetapkan tarif.
"Jadi di dalam WTO kita agreementnya merumuskan bahwa semua negara harus di treat yang sama jadi kalau masuk ke suatu negara dan menetapkan tarif 5 persen harusnya the country harus 5 persen. jadi enggak boleh diskriminatif," jelasnya.
Kata dia, awal mulanya Indonesia kena tarif yang cukup tinggi dikarenakan perdaganganya ke Amerika surplus.
Namun, ekspor Amerika ke Indonesia difisit yang membuat Trump menyeret Indonesia dengan tarif tinggi di perdagangan.
"Jadi memang Indonesia salah satu negara yang di watch oleh Amerika karena surplusnya besar. Mereka melihat target negara-negara yang mana perdagangannya defisit bagi Amerika," ucapnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Warga AS Demo Tolak Serangan Trump ke Iran Beredar di X
"Jadi 50 negara targetnya dan Indonesia masuk di 30 negara dimana melaksanakan kebijakan perdagangannya jadi paling keras adalah Trump," dia menambahkan.
Dia pun menyarankan agar pemerintah lebih jeli saat melakukan negoisasi dengan Amerika. Apalagi negoisasi harus diperlukan kecerdikan agar tidak merugikan Indonesia dan rakyat dalam perdangan tarif Amerika Serikat sehingga tarif bisa turun lagi.
"Kesimpulannya dari 12 itu karena keinginan Amerika kita bisa mendapatkan sesutau kalau kita jeli. Kalau produknya bukan ditanam di Amerika dan dipertimbangkan pengurangan jadi 19 persen," tandasnya.
Berita Terkait
-
Bikin Hati Menteri Tenang! Presiden Prabowo Umumkan Tidak Ada Reshuffle, Ini Alasannya
-
Ironi Tom Lembong: Dapat Abolisi dari Prabowo, Kini Bersumpah Perbaiki Bobroknya Hukum Indonesia
-
Kabinet Prabowo dan Dinamika Parpol: Demokrat Santai, PDIP Tetap Kritis
-
Sentil Orang yang Menyebut Prabowo Diatur Jokowi, Qodari: Baca Lagi Buku Miriam Budiardjo
-
Prabowo Tinggalkan Jokowi Gara-Gara Hasto dan Tom Lembong? Qodari: Logika Keliru
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026