Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Jumat, 8 Agustus 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.959.000 per gram.
Harga emas Antam itu tiba-tiba melonjak Rp 16.000 dibandingkan hari Kamis, 7 Agustus 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.805.000 per gram.
Harga buyback itu juga meroket Rp 16.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Kamis kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.029.500
- Emas 1 Gram Rp 1.959.000
- Emas 2 gram Rp 3.858.000
- Emas 3 gram Rp 5.762.000
- Emas 5 gram Rp 9.570.000
- Emas 10 gram Rp 19.085.000
- Emas 25 gram Rp 47.587.000
- Emas 50 gram Rp 95.095.000
- Emas 100 gram Rp 190.112.000
- Emas 250 gram Rp 475.015.000
- Emas 500 gram Rp 949.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 1.899.600.000
Harga Emas Dunia Stabil
Harga emas global bergerak stabil pada perdagangan Kamis (7/8), setelah sempat mendekati level USD 3.400 per ons di awal sesi Asia, sebelum akhirnya sedikit melemah.
Dinukil dari FXstreet, pasar saat ini tengah mencermati dinamika seputar kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serta arah suku bunga bank sentral utama dunia.
Fokus utama investor berada pada perkembangan seputar Dolar AS (USD) dan kebijakan perdagangan yang lebih agresif dari Presiden Trump. Dalam pernyataan pada Rabu malam, Trump menyatakan akan mengenakan tarif 100 persen terhadap impor semikonduktor dan chip, kecuali bagi perusahaan yang memproduksi di dalam wilayah AS.
Baca Juga: Harga Emas Antam Longsor, Hari Ini Jadi Rp 1.943.000 per Gram
Trump juga kembali meningkatkan tensi perdagangan dengan menyebut bahwa akan ada tambahan tarif sebesar 25 persen untuk barang-barang dari Tiongkok, sebagai tanggapan atas pembelian minyak Rusia oleh negara tersebut. Tak hanya itu, India juga dikenakan tarif tambahan hingga 50 persen, dan Jepang terancam mendapat tarif tambahan sebesar 15 persen dalam waktu dekat.
Dari sisi kebijakan moneter, Bank of England (BoE) mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi 4,0 persen, sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, keputusan ini dinilai cenderung hawkish, karena empat dari sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter (MPC) memilih untuk mempertahankan suku bunga, sementara satu anggota lainnya bahkan mendukung pemangkasan yang lebih agresif sebesar 50 bps. BoE menegaskan akan mempertahankan pendekatan bertahap dan hati-hati dalam proses pelonggaran kebijakan selanjutnya.
Sementara itu, pelaku pasar juga menanti data ketenagakerjaan dari Kanada yang dijadwalkan rilis pada Jumat (9/8). Laporan tersebut diperkirakan menunjukkan penambahan sekitar 13.500 lapangan kerja pada bulan Juli, dengan tingkat pengangguran naik menjadi 7 persen, dari 6,9 persen sebelumnya.
Di sisi lain, pasar juga akan mencermati pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan kebijakan berikutnya. Spekulasi semakin menguat bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada bulan September, seiring dengan data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan dalam beberapa pekan terakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Tak Turun Kasta, MSCI Tetap Pertahankan Pasar Saham RI di Emerging Market
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?