Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/8/2025) dengan agenda tunggal, yaitu perubahan susunan pengurus Perseroan baik direksi maupun komisaris.
Yang menarik dalam jajaran komisaris anyar ini ada nama Muhammad Harrifar Syafar yang ditunjuk menjadi Komisaris Independen BUMN karya tersebut.
Harrifar dikenal sebagai pengawal atau ajudan Presiden Prabowo Subianto sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra.
Diketahui Harrifar sudah malang melintang berada dekat dengan Prabowo Subianto. Tercatat, sudah sekitar 19 tahun dilalui oleh pria kelahiran Muaro Bungo, Jambi 12 Maret 1984.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyatakan, penyesuaian susunan pengurus merupakan wujud komitmen Perseroan agar tetap adaptif terhadap dinamika industri dan menyiapkan strategi dalam menghadapi tantangan ke depan.
"Dalam RUPSLB ini, pemegang saham menyetujui perubahan susunan jajaran pengurus Perseroan. Susunan Dewan Komisaris baru ditetapkan guna meningkatkan struktur pengawasan untuk meningkatkan kinerja Perseroan,” kata Ermy dalam keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).
Sementara jajaran Direksi Waskita Karya yang tetap dipimpin oleh Muhammad Hanugroho sebagai Direktur Utama, berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pemulihan kinerja keuangan dan program transformasi Waskita Karya.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Waskita Karya menjadi:
- Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko
- Komisaris: Ade Abdul Rochim
- Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
- Komisaris Independen: Aqila Rahmani
- Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar
- Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Kemudian susunan Direksi Waskita Karya sebagai berikut:
Baca Juga: RUPSLB, Nama Bank Victoria Syariah Disepakati Menjadi Bank Syariah Nasional
- Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
- Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
- Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo
- Direktur Operasi I: Ari Asmoko
- Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto
"Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi bapak Anton Rijanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Risk Management, Legal, dan QSHE Waskita Karya. Beliau banyak berkontribusi dalam menjaga kinerja Perseroan, komitmennya pun telah membawa berbagai kemajuan dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, pengelolaan hukum korporasi, dan Quality, Safety, Health, and Environment bagi Perseroan,” tutur Ermy.
Waskita pun berterima kasih atas kontribusi bapak Dedi Syarif Usman, bapak T. Iskandar, bapak Muhamad Salim, bapak Addin Jauharuddin, dan bapak Muradi sebagai Dewan Komisaris yang senantiasa memperkuat struktur pengawasan dan kinerja Perseroan. Waskita Karya juga menyambut baik bapak Ade Abdul Rochim, bapak Hasby Muhammad Zamri, ibu Aqila Rahmani, bapak Muhammad Harrirar Syafar, serta bapak Muhammad Abdullah Syukri sebagai Dewan Komisaris baru.
“Kami meyakini, formasi kepengurusan baru ini dapat semakin memperkuat strategi bisnis Perseroan. Ke depannya Waskita akan terus fokus mendorong pemerataan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Malaysia Geram Singapura Bawa-bawa Selat Malaka soal Penutupan Selat Hormuz oleh Iran
-
Panen Raya dan Stok Bulog Melimpah, Kenapa Harga Beras Justru Naik?
-
Rencana Kerja 2026: Lima Strategi Pertamina di Tengah Dinamika Geopolitik Global
-
Bank Dunia Puji Hilirisasi RI: Pelopor Industrialisasi Dunia, Potensi Cuan Masih Melimpah!
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Bank Dunia Puji Resiliensi Ekonomi RI, Sebut Indonesia Punya 'Tameng' Hadapi Gejolak Energi Dunia
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari