- Rusun menjadi solusi utama mengatasi keterbatasan lahan pemukiman di Jakarta.
- Jakarta fokus membangun rusun yang terintegrasi dengan sistem transportasi umum.
- Jakarta memiliki sekitar 32.000 unit rusun.
Suara.com - Rumah susun (rusun) atau hunian vertikal merupakan solusi utama untuk mengatasi keterbatasan lahan di Jakarta, demikian dikatakan Kepala Bidang Permukiman Dinas Perumahan DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum pada Jumat (12/9/2025).
Dia menjelaskan luas wilayah Jakarta hanya 664 kilometer persegi dan 40 persen di antaranya untuk hunian. Dengan jumlah penduduk 10,6 juta jiwa, maka kebutuhan rumah mencapai sekitar 288.000 unit.
“Kenapa harus rusun? Kita sudah sama-sama tahu bahwa luas Jakarta itu kurang lebih sekitar 664 kilometer persegi, untuk peruntukan hunian sesuai dengan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) itu sekitar 40 persen. Jadi, kalau dihitung itu sekitar 271 kilometer persegi," kata Retno di Jakarta, Jumat (12/9/2025).
Lebih lanjut, dia mengatakan lonjakan harga tanah membuat banyak warga sulit membeli rumah tapak. Kondisi ini pun dinilai berisiko memunculkan kawasan kumuh.
Maka dari itu, ke depan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan rusun yang terhubung dengan transportasi umum berbasis transit atau transit oriented development (TOD) untuk memudahkan warga dalam beraktivitas.
Dia menambahkan saat ini Pemprov DKI memiliki sekitar 32.000 unit rumah susun. Jika tidak dikelola dengan serius, maka dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Kami punya target tahun 2027, mungkin UPRS (Unit Pengelola Rumah Susun) akan meningkat menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Harapannya seperti itu," tegas Retno.
Selain rusun berbasis TOD, sambung dia, pembangunan sejumlah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) saat ini sudah berjalan dengan pendekatan sosial-ekonomi, di antaranya terdiri dari rusun padat karya yang berjumlah sekitar 381 unit, Rusun Rorotan IX 484 unit, dan Rusun Marunda 288 unit.
"Sosial ekonomi juga kami pikirkan, maka terbit Instruksi Gubernur Nomor 131 Tahun 2016. Semua SKPD harus mendukung semua kegiatan sosial ekonomi di rusunawa supaya bisa meningkatkan taraf hidup," tutur Retno.
Baca Juga: Pantau Open House Rusun Pasar Rumput, Maruarar Sirait Klaim Peminat Membludak
Sementara itu, pada 2017, tercatat di Jakarta ada 445 RW kumuh, dan saat ini Pemprov DKI bersama Badan Pusat Statistik sedang mengevaluasi data tersebut, yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.
Sejalan dengan evaluasi itu, Perumda Pembangunan Sarana Jaya tengah fokus menyediakan hunian terjangkau.
Direktur Utama Sarana Jaya Andira Reoputra menyebutkan sejumlah proyek strategis telah berjalan, di antaranya 740 unit rumah di Pondok Kelapa dengan harga Rp500-600 juta per unit dan lebih dari 1.100 unit hunian terjangkau di Cilangkap.
“Tugas kami adalah memastikan penyediaan hunian dan kawasan komersial yang terpadu agar warga memiliki kualitas hidup yang lebih baik," ujar Andira.
Berita Terkait
-
Kehidupan Baru di Kampung Susun Bayam
-
Hunian Vertikal: Mimpi atau Bumerang Bagi Warga Jakarta?
-
Jakarta Berubah! Pramono Anung Ubah Gaya Hidup Warga dengan Banyak Rusun Baru
-
Ratusan Orang Tak Lolos Pendaftaran Rusun Jagakarsa, Wagub Rano Karno: Hasil Seleksi Sistem
-
Minta Pengungsi Banjir Pindah ke Rusun, Rano Karno Ditolak Warga: Padahal Kualitasnya Setara Singapura
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week