-
Deposito valas menarik karena tawarkan bunga tinggi dan lindungi dari pelemahan Rupiah.
-
Bank BRI, Mandiri, dan BNI akan naikkan bunga deposito dolar AS hingga 4% mulai 5 November 2025.
-
Besaran bunga deposito valas tergantung tenor dan nominal, dengan bunga tertinggi untuk simpanan di atas 10 juta dolar AS.
Suara.com - Deposito atau produk simpanan berjangka di bank yang memberikan suku bunga lebih tinggi masih menarik untuk dimiliki. Hal itu menjadi pilihan instrumen investasi yang menjanjikan.
Salah satunya adalah deposito valas yang simpanan berjangka dalam mata uang asing seperti USD, EUR, SGD, AUD, dan lainnya.
Hal ini cocok untuk nasabah yang memiliki kebutuhan atau pendapatan dalam mata uang asing.
Sebab, bisa mengurangi risiko pelemahan Rupiah karena nilai simpanan mengikuti kurs valas.
Apalagi, bank pelat merah seperti BRI, Mandiri, BNI kompak menaikkan suku bunga deposito valuta asing (valas) dolar Amerika Serikat ke level 4 persen yang akan berlaku pada 5 November 2025 nanti.
Berikut daftar bunga deposito rupiah dan dolar Amerika di akhir bulan September di bank BNI, BRI dan Mandiri :
-Deposito Dolar Bank BRI
Untuk deposito Rupiah dan Valas di BRI cukup beragam bunganya di kisaran 1,75 persen hingga 2 persen.
Hal itu berdasarkan tenor yang dipilih dan minimal hingga maksimal nominal tabungan.
Baca Juga: Laporan Keuangan: BBRI Berhasil Jaga Basis Pendanaan, Laba Naik 6 Persen
-Deposito Dolar Bank BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan bunga hingga 1,75 persen untuk simpanan di atas 10 juta Dolar AS.
Tingkat bunga tersebut berlaku untuk tenor 12 hingga 24 bulan, sementara nominal di bawahnya ditawarkan dengan bunga lebih rendah.
-Deposito Dolar Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) memiliki dua skema pembayaran bunga, yakni bulanan dan di muka.
Pada skema bulanan, bunga berkisar 0,75 persen hingga 1,75 persen sesuai nominal dan tenor. Untuk simpanan di atas 10 juta Dolar AS, bunga mencapai 1,75 persen per tahun.
Lalu, skema bunga dibayar di muka sedikit lebih rendah, mulai dari 0,66 persen hingga 1,69 persen.
Berita Terkait
-
Menkeu Purbaya Bantah Perintah Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas
-
Bunga Deposito Valas Bank Himbara Naik dan Lemahkan Rupiah, Kemenkeu Buka Suara
-
Rupiah Loyo, Berikut Daftar Nilai Tukar di Bank-bank Utama
-
Lowongan Kerja BNI Posisi Assistant Development Program: Syarat dan Ketentuan
-
Dari Sampah Jadi Rupiah: BRI Peduli Ubah Minyak Jelantah Jadi Produk Bernilai Ekonomi!
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih
-
Pabrik Alas Kaki di Jombang Pakai PLTS, Kapasitas Tembus 3,7 MWp
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
-
Pengangguran Menurun, Tapi 50 Persen Tenaga Kerja Masih 'Salah Kamar'
-
Rating Indonesia Turun, Purbaya Serang Balik: Saya Ingin Membuat Reputasi Moody's Jeblok
-
Emiten BFIN Andalkan Program Loyalitas Dongkrak Pembiayaan Mobil Bekas
-
Dalih Purbaya Bikin Defisit APBN Nyaris 3 Persen: Kalau Tidak Kita Bisa Jatuh Seperti 1998