-
Harga emas Antam naik lagi, tembus Rp2.303.000 per gram
-
Emas dunia capai USD4.000, didorong risiko global dan The Fed
-
Ketidakpastian politik dan ekonomi global kuatkan emas sebagai safe haven
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 9 Oktober 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.303.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu lagi-lagi melonjak Rp 7.000 dibandingkan hari Rabu, 8 Oktober 2025 sebelumnya.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.151.000 per gram.
Harga buyback itu juga terus lompat tingi dengan naik Rp 7.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Rabu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.201.000
- Emas 1 Gram Rp 2.303.000
- Emas 2 gram Rp 4.546.000
- Emas 3 gram Rp 6.794.000
- Emas 5 gram Rp 11.290.000
- Emas 10 gram Rp 22.525.000
- Emas 25 gram Rp 56.187.000
- Emas 50 gram Rp 112.295.000
- Emas 100 gram Rp 224.512.000
- Emas 250 gram Rp 561.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.121.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.243.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia ke Level Tertinggi
Harga emas dunia kembali menorehkan sejarah baru. Dikutip dari Fxstreet, logam mulia ini menembus level psikologis USD 4.000 per ons untuk pertama kalinya pada Rabu (9/10/2025), didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dan politik global, serta sikap Federal Reserve (The Fed) yang kian dovish.
Harga emas spot (XAU/USD) diperdagangkan di sekitar USD 4.056 per ons, naik lebih dari 4 persen sepanjang pekan ini dan memperdalam reli ke wilayah harga yang belum pernah tercapai sebelumnya.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini: Antam di Pegadaian Rp 2,4 Juta per Gram, UBS dan Galeri 24 Juga Naik!
Kenaikan tajam harga emas ini terjadi bahkan di tengah penguatan Dolar AS (USD). Menurut Fxstreet, gejolak politik di Prancis dan Jepang telah memicu gelombang permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar dan emas, karena investor mencari perlindungan dari risiko global.
Situasi diperburuk oleh ancaman penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang berlarut-larut, yang meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal negara tersebut. Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa emas masih menjadi salah satu aset paling aman di tengah ketidakpastian global.
Selain faktor ekonomi, risiko geopolitik yang masih panas turut mendorong harga logam kuning. Konflik Rusia–Ukraina yang belum mereda, ketegangan di Timur Tengah, serta kekhawatiran atas potensi gangguan rantai pasok global, membuat investor semakin berhati-hati terhadap aset berisiko.
Fxstreet mencatat, pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia tetap solid, sementara aliran dana masuk ke ETF berbasis emas juga terus meningkat. Kombinasi dua faktor ini memperkuat reli harga dan menegaskan posisi emas sebagai instrumen lindung nilai utama di tengah volatilitas pasar.
Sikap The Fed yang mulai melunak juga memberi dorongan tambahan bagi emas. Ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat membuat investor beralih ke aset non-yield seperti emas, yang dianggap lebih menarik ketika imbal hasil obligasi menurun.
Dengan berbagai faktor pendukung tersebut mulai dari ketegangan geopolitik, risiko politik global, hingga kebijakan moneter longgar, para analis memproyeksikan tren bullish emas masih akan berlanjut dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Emas Antam Melesat ke Harga Tertinggi, Hari Ini Tembus Rp 2.631.000 per Gram
-
IHSG Pecah Rekor Lagi di Senin Pagi, Tembus Level 8.991
-
Survei Bank Indonesia Laporkan Keyakinan Konsumen Alami Penurunan, Ini Faktornya
-
Indonesia-Pakistan Targetkan Negosiasi CEPA, Dari Minyak Sawit hingga Tenaga Medis
-
Geser Erick Thohir, Rosan Roeslani Jadi Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah
-
Pengusaha Minta Pemerintah Beri Ruang Proyek Infrastruktur untuk UMKM Konstruksi
-
Rekomendasi Saham-saham yang Patut Dicermati Senin 12 Januari 2026
-
FAO: 43,5% Masyarakat Indonesia Tidak Mampu Beli Makanan Bergizi, Negara Intervensi Lewat MBG
-
Emas Pegadaian Tidak Banyak Fluktuasi, Harga Stabil 2 Jutaan Hari Ini
-
Kasus Fraud Rp1,4 Triliun, OJK Mulai Sisir Aset PT Dana Syariah Indonesia