-
WIKA belum terima klaim Rp 5,01 triliun atas biaya cost overrun Whoosh.
-
Klaim WIKA masih dinegosiasikan, upaya arbitrase pihak ketiga akan ditempuh.
-
Danantara jajaki solusi beban utang Whoosh, akan masuk dalam RKAP tahun ini.
Suara.com - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mengaku belum mendapatkan pembayaran klaim sebesar Rp 5,01 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung atau Whoosh.
Dikutip dari laporan keuangan WIKA, nilai tersebut saat ini masuk dalam piutang dalam penyelesaian kontrak (PDPK), yang diajukan kepada PT Kereta Cepat Indonesia (KCIC) selaku pemilik proyek.
Nilai tersebut merupakan biaya pertambahan atau cost overrun saat menggarap proyek prestisius tersebut. Namun, klaim WIKA ini masih dalam proses negosiasi oleh semua pihak.
"Klaim tersebut masih dalam proses negosiasi. Manajemen akan melanjutkan upaya klaim melalui arbitrase pihak ketiga," tulis WIKA dalam laporan keuangannya, seperti dikutip, Selasa (4/11/2025).
Untuk diketahui, WIKA masuk ke dalam ke kerja sama operasi dengan kontraktor asal China yaitu China Railway International (CRIC), China Railway Design (CRDC), China Railway Engineering Corporation (CREC), dan Chinta Railway Signal & Communication (CRSC) untuk membangun kereta cepat tersebut.
Sebagai informasi, penyelesaian utang kereta cepat ini menjadi polemik diantara para pejabat. Karena, hingga kini belum ada keputusan soal skema penyelesaian utang jumbo tersebut.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) setelah Dirut PT KAI curhat di DPR soal utang Whoosh yang disebut sebagai bom waktu.
Dony, di Jakarta, Jumat (22/8/2025) mengonfirmasi sudah melakukan pertemuan dengan pihak PT KAI. Ia juga mengatakan dalam pertemuan itu dijajaki penyelesaian masalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, untuk mencari solusi atas beban utang yang membelit Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
Ia juga mengungkapkan rencana memasukkan penyelesaian proyek Whoosh ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Danantara tahun ini.
Baca Juga: Negara Tanggung Jawab Siap Lunasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Rp 119,35 Triliun
“Sedang kami lakukan penjajakan. Tentu akan kami bereskan proses itu sebagaimana kemarin kan juga Direktur Utama PT KAI juga sudah menyampaikan di DPR ya. Nanti akan kami selesaikan segera, nanti masuk di dalam RKAP kami tahun ini,” ujar Dony.
Total biaya proyek mencapai 7,27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 118,9 triliun, termasuk pembengkakan biaya sebesar 1,2 miliar dolar AS. Sejak digarap pada 2016, proyek ini telah menjadi perhatian publik karena kompleksitas finansial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond