-
Muhammad Baron ditunjuk sebagai Vice President Corporate Communication Pertamina.
-
Pertamina tingkatkan edukasi publik mengenai peran perseroan dalam keberlanjutan energi.
-
Pertamina jalankan dual growth strategy dan program Desa Energi Berdikari.
Suara.com - PT Pertamina (Persero) melakukan penyegaran pejabat di level Vice Presiden Corporate Communication atau bisa sebagai Juru Bicara perseroan.
Dalam hal ini, pengurus perusaahan menunjuk Muhammad Baron sebagai VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) atau Juru Bicara. Baron menggeser posisi Fadjar Djoko Santoso.
"Benar saya diberi tugas sebagai VP Corcomm (Pertamina)," ujar Baron saat dihubungi Suara.com, Rabu (5/11/2025).
Sebelum mengisi posisi Juru Bicara Pertamina, Baron telah sempat menduduki posisi strategis. Misalnya, menjadi Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), kemudian Corporate Secretary PT Pertamina Gas (Pertagas).
Selain itu, Baron juga sempat mengisi posisi Corporate Secretary Pertamina Geothermal Energy (PGE), serta berkarir lama di Pertamina EP.
Edukasi Keberlanjutan Energi Nasional
PT Pertamina (Persero) terus berupaya meningkatkan edukasi literasi kepada publik mengenai peran perseroan, salah satunya keberlanjutan energi nasional.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, pentingnya memahami konsep keberlanjutan atau sustainability, secara menyeluruh dan terintegrasi.
Menurutnya, keberlanjutan bukan hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi juga mencakup aspek ekonomi dan sosial yang saling berkaitan.
Baca Juga: BP-AKR Pasok BBM dari Pertamina, Begini Kondisi Shell
Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina memiliki mandat besar untuk menyediakan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, pendekatan keberlanjutan di Pertamina perlu dilihat dari sisi yang holistik, baik secara bisnis maupun tanggung jawab sosial dan lingkungannya.
"Melalui strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy), Pertamina menjaga keseimbangan bisnis antara optimalisasi bisnis eksisting sebagai langkah utama dalam memperkuat ketahanan energi nasional, dengan pengembangan bisnis rendah karbon yang menjadi prioritas dalam menjawab tantangan transisi energi global," kata Arya.
Selain dari sisi bisnis, Arya juga menyoroti berbagai inisiatif sosial dan lingkungan yang telah dijalankan Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu program unggulan adalah Desa Energi Berdikari (DEB) yang terbukti memberikan dampak berganda (multiplier effect) ke masyarakat.
“Program DEB tidak hanya menyediakan akses energi bersih, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ucap Arya.
Arya menambahkan, Pertamina juga aktif menjalankan berbagai program sosial lain yang memperkuat ekonomi masyarakat, seperti penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan, dukungan bagi sahabat disabilitas, hingga program kesehatan masyarakat.
Menurut Arya, Pertamina terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan media dalam mengedukasi masyarakat mengenai keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat