Dokumen tersebut harus benar, sesuai kondisi sebenarnya. Jika tidak sesuai bakal merugikan peminjam di kemudian hari.
3. Domisili harus sesuai
Bank umumnya menerapkan lingkup domisili tertentu, sesuai lokasi bank berada. Tujuannya supaya pihak bank dapat menemukan alamat pemohon secara mudah.
4. Usia sesuai ketentuan
Biasanya pihak bank akan menentukan syarat usia pemohon, mulai 18 tahun ke atas. Namun, perlu diperhatikan bahwa terkait tenor KTA. Saat pelunasan rentang usia maksimal antara 55 sampai 60 tahun.
5. Reputasi kredit
Saat mengajukan KTA, pihak pemberi pinjaman selalu memeriksa riwayat kredit pemohon melalui SID atau BI Checking.
Jangan pernah ada kredit macet satupun saat pengajuan, pasti bakalan ditolak.
Tips KTA Diterima
Ketika semua persyaratan telah dipenuhi pemohon, perhatikan juga beberapa tips berikut. Supaya pengajuan kredit pasti diterima.
Baca Juga: Penjaminan KUR Askrindo Tembus Rp1.096 Triliun, Ciptakan 61,8 Juta Lapangan Kerja
1. Skor kredit harus sehat
KTA termasuk pinjaman yang masuk dalam BI Checking maupun Slik OJK. Sehingga pemohon perlu memastikan bahwa skor kredit dalam kondisi sehat serta tidak masuk daftar hitam atau black list.
Kalau masih memiliki tunggakan kredit, telat bayar cicilan hingga utang macet. Maka peluang disetujui sangat kecil.
2. Penghasilan stabil
Pihak bank perlu bukti bahwa pemohon sanggup membayar cicilan tepat waktu. Mereka akan meminta slip gaji maupun laporan keuangan (pengusaha, freelance).
Ketika pendapatan stabil, sesuai syarat minimal bank. Peluang pengajuan pinjaman lolos juga tinggi.
3. Nominal pinjaman wajar
Kesalahan yang sering dilakukan peminjam yakni mengajukan plafon atau nominal pinjaman tinggi. Padahal kalau dihitung besaran penghasilannya tidak bisa menutup nilai tersebut.
Bank kini memberikan ketentuan terkait pembatasan cicilan, hanya sebesar 30% sampai 40% dari total gaji atau pendapatan bulanan.
4. Dokumen harus lengkap
Saat mengajukan pinjaman, sebaiknya berkas dokumen yang diserahkan harus sesuai realita, lengkap dan terbaru. Jangan sampai alamat KTP beda dengan domisili, slip gaji tidak jelas, tidak ada NPWP dan lain-lain.
5. Tentukan bank sesuai profil peminjam
Setiap bank memiliki target nasabah berbeda. Ada yang prefer dengan pengusaha, ada yang mau menerima freelancer, ada juga fokus pada pengusaha.
Saat mengajukan pada bank yang tepat, maka peluang lolos sangat tinggi.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun