-
BI akan meluncurkan QRIS antarnegara dengan Korea Selatan pada 2026.
-
Transaksi digital Indonesia diproyeksi capai 147,3 miliar pada 2030.
-
QRIS sudah digunakan 58 juta pengguna dan 41 juta merchant, mayoritas UMKM
Suara.com - Bank Indonesia (BI) terus mengembangkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara.
Salah satunya melibatkan Indonesia dan Korea Selatan (Korsel).
Langkah ini menyusul pengembangan QRIS yang sebelumnya sukses di Thailand dan Jepang.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, penggunaan QRIS bisa di Korea Selatan bisa digunakan pada tahun depan.
"Korea Selatan mungkin di tahun depan sebelum pertengahan mungkin kita sudah bisa. Dan ini sekali lagi menegaskan bahwa peran di Indonesia sebagai pioneer Integrasi pembayaran cross-border di regional," katanya usai pembukaan Bulan Fintech Nasional (BFN) di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2025).
Dengan penambahan negara dalam penggunaan QRIS bisa meningkatkan transaksi digital. Apalagi, transaksi pembayaran digital bakal mencapai 147,3 miliar di tahun 2030.
"Ke depan, prospek digitalisasi sistem pembayaran Ini akan terus kita dorong, kita lihat disini Kita perkirakan volume transaksi digital pembayaran Ini bisa mencapai 147,3 miliar transaksi pada tahun 2030 Dan ini 4 kali lipat meningkat," kata dia.
Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS telah mencapai 10,33 miliar transaksi atau 158 persen dari target.
Hal ini tentunya sudah digunakan dalam 58 juta pengguna di Indonesia.
Baca Juga: Survei BI : Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat di Bulan Oktober
"QRIS ini sudah menjangkau 58 juta pengguna di Indonesia dan 41 juta merchant atau pedagang di seluruh Indonesia, dan kalau kita lihat dari 41 juta merchant itu mayoritas 90 persen lebih adalah UMKM," bebernya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir, menargetkan Indonesia sebagai pemain utama dan penentu standar masa depan industri fintech di Asia.
Menurutnya, kedaulatan digital harus menjadi fondasi kuat untuk menopang pertumbuhan industri fintech tanah air.
"Kita berkumpul dengan satu tekad hari ini untuk bisa membuat Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi global, kita harus menjadi pencipta, pemain utama, dan penentu standar masa depan Fintech di Asia," imbuhnya.
Dia menambahkan, industri fintech harus berguna bagi masyarakat luas.
Pandu Sjahrir mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan keterlibatan industri fintech terhadap sejumlah program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
"Ini kesempatan buat semua teman-teman yang ada di sini untuk bisa ikut berkreasi dan juga menambah nilai, baik itu dari MBG, baik itu nanti dari Koperasi Nasional, baik itu dari program-program lain. Keinginan sekarang pemerintah itu ke depan fokus growth to growth," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bank Indonesia Salurkan Likuiditas Rp393 Triliun, Bank Asing Juga Kecipratan
-
Ancaman Tarif AS Kian Nyata! BI Waspada, Aliran Modal Asing dari Emerging Market Terus Berfluktuasi
-
Ambisi Bank Jakarta Perluas Ekosistem Digital
-
BI Sebut Asing Bawa Kabur Dananya Rp 940 Miliar pada Pekan Ini
-
BI Ungkap Bahayanya 'Government Shutdown' AS ke Ekonomi RI
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?
-
Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris
-
Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
96% Perusahaan RI Rekrut Lulusan Micro-Credentials, Gaji Dibayar Tinggi
-
Pengguna Tol Jakarta-Cikampek Wajib Tahu! Ada Perbaikan Jalan di Beberapa Titik hingga Awal Juli
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Jembatan Donat Dukuh Atas Rampung 2028, Menhub: Enam Moda Transportasi Jakarta Akan Terintegrasi
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga