- Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak.
- Menurut Perry, arus modal asing masih menunjukkan fluktuasi yang tinggi.
- Perry menekankan bahwa perkembangan global ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan respons kebijakan.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali menyoroti kondisi perekonomian global yang masih bergerak dalam tren melambat dan penuh ketidakpastian.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa kebijakan tarif yang agresif dari Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang memicu gejolak, terutama pada pasar keuangan negara-negara berkembang (emerging market).
Menurut Perry, arus modal asing masih menunjukkan fluktuasi yang tinggi. Hal ini dipicu oleh kebijakan AS yang kembali menerapkan tarif tambahan pada sektor farmasi, mebel, dan otomotif sejak 1 Oktober 2025. Yang terbaru dan paling mengkhawatirkan adalah rencana AS mengenakan tarif tambahan fantastis sebesar 100% terhadap produk asal Tiongkok.
"Aliran modal ke emerging market (EM) masih berfluktuasi seiring dengan tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Senin (27/10/2025).
Perry menekankan bahwa perkembangan global ini menuntut kewaspadaan tinggi dan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak rambatan ketidakpastian terhadap perekonomian domestik Indonesia.
Perry merinci kondisi ekonomi di berbagai kawasan seperti Amerika Serikat yang mencatat pertumbuhan ekonomi masih lemah, mendorong berlanjutnya penurunan kondisi ketenagakerjaan.
Sementara, Jepang, Eropa, dan India belum menunjukkan kekuatan, sebagian besar dipengaruhi oleh konsumsi rumah tangga, meskipun stimulus fiskal dan moneter telah dilakukan.
Sedangkan Tiongkok pada triwulan III 2025 tercatat meningkat, didorong oleh efektifnya stimulus fiskal yang digulirkan pemerintahnya.
Meski demikian, perkembangan ini sedikit mengangkat prakiraan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 menjadi 3,1%, sedikit di atas prakiraan sebelumnya 3,0%.
Baca Juga: BI Sebut Asing Bawa Kabur Dananya Rp 940 Miliar pada Pekan Ini
Di tengah pelemahan ekonomi AS, Perry juga menyinggung potensi perubahan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Probabilitas penurunan kembali Fed Funds Rate (FFR) dinilai semakin besar sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan AS yang lemah.
Sejalan dengan ekspektasi penurunan FFR, yield US Treasury jangka pendek kembali menurun dan indeks mata uang dolar AS (DXY) cenderung melemah. Kondisi ini memberikan sedikit ruang gerak bagi otoritas moneter Indonesia dalam merumuskan kebijakan di tengah ketidakpastian global yang didominasi oleh perang dagang dan perlambatan pertumbuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Bahlil Ungkap Stok BBM Lebaran di Tengah Ancaman Krisis Energi Timur Tengah
-
Cegah Kelangkaan LPG seperti di India, RI Amankan Kontrak Jangka Panjang dengan AS!
-
Menhub Prediksi Pergerakan Mudik Mulai Terasa Sejak 13 Maret
-
AS Serang Jantung Ekonomi Iran di Pulau Kharg, Harga Minyak Capai 150 dolar AS per Barel?
-
Pemerintah Batasi Operasional Kendaraan Truk Tronton Selama Arus Mudik Lebaran
-
Jelang Lebaran, Bea Cukai Antisipasi Lonjakan Arus Barang di Tanjung Priok
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret
-
BRI Siapkan Layanan Perbankan Selama Libur Lebaran 2026, 186 Kantor Cabang Tetap Beroperasi
-
1 Tahun Danantara Indonesia, PLN Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Negeri