- Direktur Utama Perum Bulog menerima mandat pemerintah membangun seratus gudang baru untuk menampung hasil panen petani dalam waktu ditargetkan satu tahun.
- Pembangunan seratus gudang ini akan menggandeng BUMN sektor konstruksi dengan estimasi total biaya proyek mencapai lima triliun rupiah.
- Proyek strategis ini bertujuan mengatasi keluhan petani mengenai penyerapan hasil panen, fokus utamanya di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.
Suara.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal mendapatkan mandat dari pemerintah untuk membangun 100 gudang baru. Gudang baru ini, untuk menampung hasil panen para petani.
Ia menjelaskan, dalam pembangunannya, dirinya akan menggandeng BUMN sektor konstruksi, di mana target penyelesaiannya selama satu tahun.
"Kalau kita nanti kita intinya as soon as possible. Jadi begitu cuaca bagus ya kita secepatnya. "Kita pengennya sih 100 itu setahun jadi, pengennya," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidan Pangan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
"Karena kita dari BUMN pasti ya akan kita prioritaskan adalah teman-teman BUMN karya akan mengerjakan," sambungnya.
Rizal mengungkapkan, kapasitas gudang di masing-masing wilayah berbeda-beda. Namun, Ia menyebut, biasanya 1 gudang bulog bisa menampung 1.000 ton hingga 7.000 ton hasil panen.
Rizal kembali menegaskan, kapasitas gudang tergantung dari wilayah hingga komoditas pangan yang ditanam.
"Tergantung dari kemampuan ataupun daerah tersebut memiliki daerah persawan yang luas atau tidak. Proyeksinya dia sumber lumbung pangan atau tidak," imbuhnya.
"Kalau mereka lumbung pangan besar berarti kita bikinkan gudang yang besar. Tapi kalau dia tidak punya lumbung pangan, ya mohon maaf nanti hanya gudang kecil saja," jelas Rizal.
Ia menambahkan, pembangunan 100 gudang baru ini juga fokus di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
Baca Juga: Harga Pupuk Subsidi Turun, Menko Pangan Apresiasi Pupuk Indonesia
"Contoh di Nias Selatan, Morotai, dan lain sebagainya, itu kan perlu gudang-gundang tersebut," ucap Rizal.
Biaya Pembangunan Rp 5 Triliun
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan pembangunan 100 gudang baru ini sebagai solusi keluhan para petani yang tak memiliki penampungan saat panen. Pembangunan 100 gudang ini memakan biaya Rp 5 triliun.
"Ini merupakan jawaban dari keluhan petani. Keluhan masyarakat akan percepatan penyerapan gabah, gabah beras atau jagung dari petani sehingga tidak ada hambatan lagi," katanya.
Adapun, pembangunan 100 gudang Bulog ini dibangun berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antar sejumlah lembaga.
SKB itu ditandatangani oleh dilakukan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Dony Oskaria, Menteri Keuangan, yang diwakili Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Heru Pambudi hingga Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Industri Kripto Makin Tumbuh, OJK Perkuat Regulasi Keuangan Digital
-
Produk Tembakau Alternatif Dinilai Berpeluang Tekan Angka Perokok, Benarkah?
-
Asing Kabur Bawa Duit 5 Miliar Dolar, Investor Ritel Jadi Pahlawan IHSG
-
Pertamina Marine Engineering Cetak Laba Bersih Rp 13,32 Miliar
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia