- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus kelompok bank bermodal inti (KBMI) I yang mensyaratkan modal Rp3 triliun hingga Rp6 triliun.
- Bank di kelompok KBMI I harus meningkatkan modalnya antara Rp2 triliun hingga Rp5 triliun agar dapat masuk kategori KBMI II.
- Perbanas berpendapat kebijakan penghapusan KBMI I ini merupakan rencana strategis OJK lama untuk mendorong konsolidasi antarperbankan.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menghapus Kelompok Bank Bermodal Inti (KBMI) I. Adapun, penghuni KBMI I adalah bank memiliki modal inti Rp 3 triliun hingga Rp 6 triliun.
Artinya bila rencana itu dilakukan, maka bank yang berada di kelompok tersebut perlu meningkatkan modal hingga bisa masuk ke KBMI II. Dalam skenario tersebut, bank perlu menambah modal antara Rp 2 triliun hingga Rp 5 triliun.
Dalam hal ini, PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) optimis bisa naik kelas untuk menjadi KBMI II. Direktur Utama Bank Aladin Syariah (BANK), Koko Tjatur Rachmadi mengatakan memiliki stratgei untuk bisa menjadi KBMI II.
"Kita tetap optimis. Bank Aladin Syariah bakal memperdalam dan memperlebar sinergi kolaborasi dan mempertajam digitalisasi," katanya saat dihubungi Suara.com, Selasa (11/11/2025).
Dia menambahkan akan memperkuat modal dalam menjadi bank yang naik kelas. Hal ini membuat perusahaan akan terus berekspansi dalam meningkatkan bisnis.
"Penetrasi dan pengalaman pasar syariah dengan meningkatkan modal," tandasnya.
Sementara itu, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai penghapusan kategori kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I ini perlu dilakukan secara matang.
Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Taswin Zakaria mengatakan kebijakan penghapus KBMI I memang sudah menjadi rencana lama yang dilakukan oleh OJK. Hal ini untuk membuat bank yang masuk kategori KBMI I ini melakukan konsolidasi.
"Ini sebetulnya merupakan kebijakan strategis lama OJK dalam rangka konsolidasi perbankan. Mungkin diperlukan POJK yang lebih definitif, seperti yang diterapkan bagi UUS/BUS untuk mengakselerasi konsolidasi KBMI I," imbuhnya. .
Baca Juga: Laba Krom Bank (BBSI) Meroket 17 Persen, DPK Melejit 212 Persen
Namun, kebijakan ini bukan langkah yang gampang bagi para pemegang saham. Hal ini perlu pertimbangan yang matang untuk dilakukan konsolidasi.
"Kalau himbauan sudah lama dilakukan OJK namun menambah modal atau langkah merger bukanlah proses yang gampang bagi pemegang saham," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Dolar AS Menggila, Rupiah Tersungkur ke Level Rp17.658
-
IHSG Langsung Tersungkur Setelah Libur Panjang, DSSA Kena ARB
-
Emas Antam Lagi Nyungsep, Hari Ini Dibanderol Rp 2.764.000/Gram
-
Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru 2026, Cicilan 12 Sampai 60 Bulan
-
Upaya Damai AS - Iran Mandek, Harga Minyak Dunia Naik Kembali
-
Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction
-
Harga Minyak Mentah Kembali Melambung, Ancaman Perang AS-Iran Bikin Pasar Panik!
-
Libur Panjang, Trafik Penumpang-Kendaraan di Merak-Bakauheni Membludak
-
OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya
-
IHSG Dibayangi Aksi Jual Asing Rp1,35 Triliun, Saham-saham di Asia Ikut Rontok