- Amartha telah menyalurkan modal Rp30 triliun kepada 3 juta UMKM di pelosok.
- Selain modal, Amartha memberikan pendampingan literasi keuangan dan digital bagi para mitranya.
- Amartha juga menyalurkan beasiswa pendidikan senilai Rp5,1 miliar dalam tiga tahun terakhir.
Suara.com - Perusahaan fintech, Amartha Financial (Amartha), telah menyalurkan total modal sebesar Rp30 triliun kepada sekitar 3 juta UMKM hingga tahun 2025. Penyaluran ini difokuskan untuk menjangkau para pelaku usaha mikro, khususnya yang berada di daerah pelosok Indonesia.
"Jumlah modal yang disalurkan sudah lebih dari Rp30 triliun," kata CEO & Founder Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, di Jakarta, Sabtu (22/11/2025).
Meski telah mencapai angka yang signifikan, Taufan menyatakan bahwa pencapaian ini barulah permulaan. Ia menegaskan bahwa Amartha akan terus berikhtiar untuk memperluas jangkauannya, mengingat jumlah UMKM di Indonesia masih sangat besar.
Hadapi Tantangan dengan Pendampingan
Taufan mengakui adanya sejumlah tantangan dalam menyalurkan modal ke daerah pelosok, seperti keterbatasan akses internet dan tingkat pemahaman teknologi yang belum merata. Selain itu, memastikan dana digunakan secara produktif juga menjadi tantangan tersendiri.
Oleh karena itu, Amartha tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memberikan pendampingan intensif. Program ini mencakup dua pilar utama:
- Literasi Keuangan: Mendidik mitra agar mampu merencanakan keuangan dan tidak terjerat pinjaman berlebih.
- Literasi Digital: Mendorong UMKM untuk memasarkan produknya secara online, mulai dari platform sederhana seperti WhatsApp hingga e-commerce.
Di luar pendampingan usaha, Amartha juga menunjukkan komitmennya di bidang pendidikan dengan menyalurkan beasiswa senilai Rp5,1 miliar dalam tiga tahun terakhir.
"Mudah-mudahan sampai lima tahun ke depan kami bisa menyalurkan lebih dari Rp10 miliar untuk beasiswa. Semangat ini akan terus berlanjut," ujar Taufan.
Baca Juga: Rincian Pajak UMKM dan Penghapusan Batas Waktu Tarif 0,5 Persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
BEI Gembok Wanteg Sekuritas, Nasabah Tidak Bisa Transaksi
-
LPS Tuntaskan Likuidasi BPR Prima Master Bank, 88 Persen Rekening Nasabah Sudah Dibayarkan
-
Menhub Pastikan Diskon Tiket Pesawat Libur Lebaran 2026 Tak Kuras Kantong Maskapai
-
Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di 18 April
-
Harga Pangan Nasional Menghijau Hari Ini, Cabai Rawit Merah Turun Tajam
-
Harus Hati-hati, Penerapan Free Float 15 Persen Bisa Tekan Harga
-
Profil PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), Saham yang 'Banting Stir'
-
THR ASN, PPPK, Polisi dan TNI Cair Kapan? Ini Penjelasannya
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret