- IHSG dibuka menguat pada Selasa, 25 November 2025, namun segera mengalami kemerosotan pagi hari.
- Pada pukul 09.03 WIB, transaksi saham mencakup 2,10 miliar saham senilai Rp1,43 triliun dengan 228 saham menguat.
- Proyeksi menunjukkan IHSG akan naik didukung penguatan Wall Street serta optimisme pemangkasan suku bunga The Fed.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tapi langsung merosot di perdagangan Selasa, 25 November 2025 pagi. IHSG dibuka menguat di level 8.570.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.03 WIB, masih betah di zona hijau ke level 0,46 persen di level 8.531.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,10 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,43 triliun, serta frekuensi sebanyak 146.200 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 228 saham bergerak naik, sedangkan 218 saham mengalami penurunan, dan 510 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ARKO, BOGA, BUKK, GGRM, ICBP, IPCC, LINK, MGLV, NRCA, PKPK, PRAY, RAJA.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AMMN, BREN, CBDK, CMRY, DSSA, EDGE, FILM, INDF, JSPT, MLBI, PANI.
Proyeksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak naik pada perdagangan hari ini, mengikuti penguatan indeks di Wall Street yang terus terdorong reli saham-saham teknologi serta meningkatnya optimisme mengenai pemangkasan suku bunga acuan The Fed.
Hal ini tercantum dalam riset Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia.
Baca Juga: Profil Superbank (SUPA): IPO Saham, Harga, Prospek, Laporan Keuangan, dan Jadwal
Kenaikan saham sektor teknologi di bursa AS menjadi katalis utama, seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Optimisme ini diyakini dapat menular ke pasar domestik dan memberikan dorongan bagi pergerakan IHSG.
Selain itu, aksi beli investor asing diperkirakan menjadi tambahan tenaga bagi indeks. Penguatan harga sejumlah komoditas seperti minyak mentah, emas, batu bara, hingga tembaga juga dipandang sebagai sentimen positif yang dapat menopang sektor-sektor terkait di lantai bursa.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diprediksi melanjutkan tren penguatannya dengan kisaran support 8.485–8.400 dan resistance 8.655–8.740.
Berikut rekomendasi saham pilihan CGS International Sekuritas Indonesia:
- MEDC
- CUAN
- UNVR
- ISAT
- TLKM
- BRMS
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?
-
Lolos dari Tekanan Global, IHSG Melenggang ke Zona Hijau di Sesi I
-
Ramadan-Lebaran 2026 Jadi 'Booster' Konsumsi, Program Belanja Tembus Rp184,02 Triliun
-
Pertegas Stabilitas Kawasan, AFMGM Ke-13 Sepakati Langkah Strategis Ekonomi ASEAN
-
Negosiasi Buntu, Selat Hormuz Lumpuh Total! Pasar Minyak Dunia Akut
-
Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?
-
OKX Ventures dan HashKey Capital Resmi Suntik CAEX Vietnam, Siapkan Modal Rp6 Triliun
-
Ekspansi Agresif, Laba PT Multi Hanna Kreasindo (MHKI) Tumbuh Solid 24 Persen di 2025
-
Dolar AS Ngamuk Setelah Negosiasi Gagal, Rupiah Jadi Korban Melemah
-
Harga Emas Pegadaian Senin 13 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bertahan Stabil