- Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, dikritik publik karena melaksanakan umroh saat wilayahnya dilanda bencana banjir dan longsor.
- Mirwan berangkat umroh pada 2 Desember 2025 tanpa persetujuan Gubernur Aceh meskipun sebelumnya menyatakan ketidakmampuan daerah menangani darurat.
- Kemendagri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Mirwan setibanya di Tanah Air dan ia dicopot sebagai Ketua DPC Gerindra Aceh Selatan.
Suara.com - Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS menuai sorotan dan kritik publik, karena memilih untuk melaksanakan ibadah umroh bersama istrinya di tengah kondisi darurat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda 11 kecamatan di wilayahnya.
Berikut adalah 7 Fakta Kunci yang melingkupi kontroversi kepergian Mirwan di saat ribuan warganya masih mengungsi:
1. Umroh Rayakan Ulang Tahun Istri di Tengah Bencana
Kepergian Mirwan dan istrinya ke Tanah Suci bertepatan dengan perayaan ulang tahun sang istri. Hal ini terungkap dari unggahan akun Instagram agen perjalanan umroh.
Unggahan itu memuat foto pasangan tersebut berlatar belakang Ka'bah dengan caption ucapan selamat ulang tahun, yang membuat netizen semakin geram atas dugaan tidak adanya empati di masa duka.
2. Surat 'Menyerah' Sebelum Berangkat
Sebelum terbang ke Mekkah, Mirwan MS pada Kamis, 27 November 2025, telah menerbitkan surat resmi kepada Pemprov Aceh dan Pemerintah Pusat yang menyatakan ketidaksanggupan Pemkab Aceh Selatan dalam menangani tanggap darurat bencana banjir dan longsor.
Lima hari setelah surat itu dikirim, Mirwan justru pergi umroh (2 Desember 2025).
3. Kepergian Tanpa Izin Gubernur Aceh
Baca Juga: Prabowo Berangkat Menuju Aceh Pagi Ini: Kita Buktikan Reaksi Pemerintah Cepat
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menandatangani atau menyetujui surat pengajuan izin keberangkatan umroh Mirwan.
Mualem menyampaikan kekecewaannya, namun Mirwan tetap memilih berangkat ke Arab Saudi, mengabaikan persetujuan dari pimpinan tertinggi di provinsi tersebut.
4. Reaksi Keras dan Kemarahan Publik (Trending)
Unggahan foto umroh tersebut langsung viral, menyebabkan kata kunci "Bupati Mirwan" dan "Aceh Selatan" menjadi trending di platform media sosial seperti X.
Warganet meluapkan kekesalan, menuding Mirwan tidak peka dan mempertanyakan prioritas seorang kepala daerah yang meninggalkan warganya saat masa tanggap darurat.
5. Diperiksa Kemendagri Saat Tiba
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Review Drama Love Designer, Kisah Cinta Seorang Designer dan Bos E-Commerce
-
Lampung Bersiap Transformasi dari Lumbung Mentah Jadi Raksasa Hilirisasi Pangan Nasional
-
Perkara Harga Minyak Dunia Naik, Rupiah Nyaris ke Level Rp18.000 Lagi
-
Mendagri Tito Tegaskan Kualitas Pelayanan Publik Merupakan Kunci Negara Bisa Bertahan
-
Kucing-kucingan dengan Media! Eks Jampidsus Febrie Dicecar Tim 9 Kejagung Soal Timbunan Emas 74 Kg
-
Review Lelaki-Lelaki Tanpa Perempuan: Tujuh Kisah Tentang Sepi dan Kehilangan
-
Pangeran Arab Saudi Ditemukan Meninggal Dunia di London, Darahnya Mengandung Miras dan Narkoba
-
Rizal Fadillah Bongkar Peran Pratikno di Balik Ijazah Jokowi: Penentu Sejak Rektor
-
Indosat Optimalkan Spektrum 700 MHz Perluas Jaringan 5G, Sinyal Indoor dan Fokus Wilayah Terpencil
-
Retorika Londo Ireng Prabowo Berisiko Ancam Kebebasan Pers dan Ruang Kritik