- Rupiah menguat 0,18 persen pada penutupan Jumat, 12 Desember 2025, mencapai Rp 16.646 per USD.
- Penguatan rupiah dipicu sentimen global dolar AS melemah dan data ekonomi domestik yang kuat.
- Mata uang Asia menunjukkan pergerakan bervariasi, dengan Ringgit Malaysia menguat paling tinggi sebesar 0,37 persen.
Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada penutupan, Jumat 12 Desember 2025. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 16.646 per USD
Alhasil, rupiah menguat 0,18 persen dibanding penutupan pada Kamis yang berada di level Rp 16.668 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.652 per dolar AS.
Selain itu, mata uang di Asia bervariasi dengan Malaysia menjadi mata uang yang naik paling tinggi 0,37 persen.
Disusul oleh dollar Taiwan yang naik 0,22 persen. Dolar Singapura naik 0,9 persen diikuti, yuan China naik 0,02 persen.
Namun, mata uang Asia lainnya cenderung melemah. Penurunan dialami oleh won Korea turun sebesar 0,32 persen. Peso Filipina turun 0,13 persen.
Diikuti Jepang tercatat turun 0,071 persen, dolar Hong Kong juga turun 0,03 persen.Terakhir yang nampak bergerak tipis adalah rupee India turun 0,01 persen.
Sentimen Penguatan
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda.
Baca Juga: Rupiah Masuk Zona Hijau, Dolar Amerika Loyo ke Rp16.667
"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data pekerjaan yang mengecewakan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, rupiah juga didukung beberapa data ekonomi domestik yang kuat sepekan ini seperti penjualan ritel dan kepercayaan konsumen. Lalu, rencana Bank Indonesia yang berencana memangkas suku bunganya.
"Selain itu, investor juga meyakini BI akan mempertahankan suku bunga minggu depan. Diperkirakan 16300 untuk ini agak optimis," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce
-
DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia
-
Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi
-
Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun