- Rupiah menguat 0,07 persen pada penutupan Kamis, 11 Desember 2025, ditutup di level Rp 16.663 per dolar AS.
- Penguatan rupiah dipicu oleh pelemahan dolar AS setelah adanya pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
- Proyeksi analis menunjukkan rupiah cenderung terbatas menguat akibat kekhawatiran investor mengenai keputusan suku bunga Bank Indonesia minggu depan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan pada penutupan, Kamis, 11/12/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot hari ini ditutup di level Rp 16.663 Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah menguat 0,07 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp 16.688 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp 16.688 per dolar AS.
Selain itu, mata uang di Asia bervariasi dengan peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah ditutup melonjak 0,4 persen.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang menanjak 0,29 persen dan baht Thailand terkerek 0,17 persen. Disusul, yuan China yang terangkat 0,12 persen.
Berikutnya dolar Hongkong yang terlihat menguat tipis 0,01 persen terhadap the greenback.
Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,54 persen. Diikuti, dolar Taiwan yang sudah ditutup terkoreksi 0,21 persen.
Kemudian ada won Korea Selatan yang tergelincir 0,19 persen dan dolar Singapura turun 0,13 persen. Lalu yen Jepang terlihat melemah 0,006 persen.
Penyebab Pergerakan Rupiah
Baca Juga: Donald Trump Mau 'Cawe-cawe' The Fed: Jangan Mematikan Pertumbuhan!
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah diperkirakan masih akan terjadi. Hal ini seiring dengan sentimen global dan dalam negeri yang memengaruhi pergerakan mata uang garuda.
"Rupiah menguat tipis terhadap dolar AS yang melemah paska pemangkasan suku bunga oleh the Fed," katanya saat dihubungi Suara.com.
Menurut dia, penguatan rupiah terbatas ini disebabkan oleh kekuatiran investor akan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI. Apalagi, penentuan suku Bank Indonesia sendiri akan berlangsung minggu depan.
"Saya melihat berat bagi Rupiah untuk melanjutkan penguatan besok, terlebih investor akan menghadapi serentetan data ekonomi penting AS dan RDGBI minggu depan. Rupiah diperkirakan akan datar berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas. Range Rp 16.600 - Rp 16.750," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Pemerintah Telah Pasang 196 Jembatan Darurat di 3 Provinsi Terdampak Banjir Sumatera
-
Tambang Martabe Mau Diambil Alih, Agincourt Resources Bicara Hak dan Kewajiban
-
Danantara Tugaskan PGN ke Bisnis Midstream dan Hilir Migas
-
Pemerintah Ungkap Aceh Telah Pulih dari Bencana Banjir Sumatera
-
Izin Tambang untuk Ormas Picu Polarisasi, Tapi Tak Sampai Pecah Organisasi
-
Danantara Respon Anjloknya Pasar Saham RI, Mau Guyur?
-
Istana: PT Perminas Akan Kelola Banyak Tambang, Bukan Cuma Martabe
-
Daftar Jajaran Direksi Perminas, Ada Petinggi Emiten Bakrie
-
Pindah Kantor di BEI, OJK Akan Tendang Keluar Bursa Emiten yang Langgar Aturan Free Float
-
Wacana Tambang Martabe Dikelola Perminas akan Diputuskan Lewat Rapat Antar-Kementerian