Bisnis / Keuangan
Jum'at, 12 Desember 2025 | 17:34 WIB
Lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit Milik PT Merdeka Copper Gold Tbk di Banyuwangi. Foto Fadil-Suara.com.
Baca 10 detik
  • Anak usaha MDKA telah mereklamasi 84,96 ha lahan, kini jadi habitat satwa lokal Tujuh Bukit. 

  • BSI melebihi kewajiban, tanam lahan kompensasi terluas 1.990 ha di Bondowoso dan Sukabumi.

  • Perusahaan terapkan reklamasi progresif & konservasi air, sejalan dengan standar ISO 14001.

Suara.com - PT Bumi Suksesindo (BSI), anak usaha dari raksasa tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menunjukkan komitmen nyata bahwa operasi pertambangan di Tujuh Bukit dapat berjalan harmonis dengan alam.

Hingga November 2025, BSI telah berhasil mereklamasi lahan seluas 84,96 hektare di kawasan Tujuh Bukit. Keberhasilan reklamasi ini bukan hanya sekadar menanam pohon, melainkan telah berkembang menjadi habitat baru yang dihuni oleh berbagai satwa lokal.

Kunci dari keberhasilan ini adalah penerapan reklamasi progresif, yaitu penanaman kembali lahan segera setelah selesai digunakan, tanpa menunggu seluruh operasi tambang berakhir. Pendekatan ini mempercepat pemulihan ekosistem secara efektif.

BSI telah menyelesaikan penanaman lahan kompensasi di Bondowoso dan Sukabumi seluas 1.990,79 hektare. Angka ini melebihi kewajiban 1.985,72 hektare, menjadikannya sebagai lahan kompensasi terluas yang pernah diserahkan institusi swasta kepada pemerintah.

Perusahaan juga telah merehabilitasi lahan kritis dengan menanam 66.666 pohon di area 60 hektare di wilayah Perhutani Banyuwangi Barat dan Selatan.

Dalam operasional tambang emasnya di Banyuwangi, BSI menerapkan konservasi air dengan memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama, mengurangi pengambilan air permukaan dan air tanah. Selain itu, semua air yang dilepaskan ke lingkungan dipastikan telah memenuhi baku mutu yang berlaku.

Roelly Franza, General Manager of Operations sekaligus Kepala Teknik Tambang PT Bumi Suksesindo, menegaskan komitmen ini adalah prinsip dasar.

“Bagi PT Bumi Suksesindo, praktik penambangan yang berkelanjutan bukan hanya kewajiban, tetapi prinsip dasar dalam cara kami beroperasi. Komitmen ini juga sejalan dengan arah keberlanjutan Merdeka Copper Gold yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama,” ujar Roelly Franza, Jumat (12/12/2025).

Dengan berpegangan pada Kebijakan Lingkungan Grup Merdeka Copper Gold dan standar internasional ISO 14001:2015, BSI berharap dapat terus memperkuat perannya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga: 91 Persen BSI Regional Aceh Beroperasi Terbatas, Wilayah Medan dan Sumatera Barat Sudah Normal

Load More