- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,10 persen ke level 6.162 setelah empat hari berturut-turut mengalami pelemahan.
- Kenaikan indeks didorong oleh lonjakan sektor energi dan material dasar akibat sentimen penundaan kebijakan ekspor komoditas strategis.
- Meskipun mayoritas sektor menguat, sektor finansial menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi sebesar 0,38 persen pada penutupan perdagangan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menutup perdagangan pekan ini di zona hijau, setelah selama empat hari berturut-turut terus-terus anjlok.
IHSG ditutup naik 1,10 persen ke level 6.162. padahal indeks sempat melemah hingga ke posisi 5.966
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG penguatan IHSG didorong reli saham-saham sektor energi dan basic materials yang menjadi motor utama kenaikan indeks pada akhir pekan ini.
"Hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau, kecuali sektor finansial yang terkoreksi 0,38 persen," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Sektor energi tercatat melonjak 6,85 persen, sementara sektor basic materials naik 4,84 persen. Kenaikan kedua sektor tersebut dipicu sentimen pasar terkait rumor penundaan implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara.
Pasar menilai penundaan kebijakan hingga 1 Januari 2027 akan memberikan waktu transisi yang lebih panjang bagi eksportir maupun pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap aturan baru tersebut.
Sentimen itu membuat saham-saham berbasis komoditas kembali diburu investor dan menopang laju IHSG hingga penutupan perdagangan.
Meski mayoritas sektor menguat, sektor finansial masih menjadi satu-satunya sektor yang berada di zona merah dengan koreksi 0,38 persen pada perdagangan hari ini.
Trafik Perdagangan
Baca Juga: Asing Kembali Masuk, IHSG Membara di Sesi I Balik ke Level 6.100
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 37,88 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,54 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,94 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 466 saham bergerak naik, sedangkan 271 saham mengalami penurunan, dan 222 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain DFAM, PBSA, CTBN, TALF, MDKA.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah PGLI, ASPR, BOBA, LKCM, APIC.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bank Mandiri Salurkan KUR Rp17,77 Triliun hingga Mei 2026, Sektor Pertanian Jadi Penerima Terbesar
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Mulai Juli 2026, Pemutihan Data SLIK Wajib Selesai dalam 3 Hari Kerja
-
Sudah Dapat 4 Juta Ha Lahan, Agrinas Akan Buka 400.000 Ha Kebun Sawit Baru
-
Penyeragaman Kemasan Rokok Akan Picu Masalah-masalah Baru
-
Agrinas Palma Buka 20.000 Lowongan Pekerjaan di Perkebunan Sawit Hasil Sitaan Satgas PKH
-
Riwayat Pinjol Kecil 'Dihapus' dari SLIK OJK, Ajukan KPR Kini Bisa Lebih Mudah
-
Ekonomi Kreatif Disiapkan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Jakarta, OJK Perkuat Akses Pembiayaan
-
Utang di Bawah Rp1 Juta Tidak Masuk SLIK OJK, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Lagi-lagi SLIK Biang Masalah, Bikin Susah MBR Punya Rumah Murah