- Danantara Indonesia diharapkan menjadi pengelola investasi untuk mengorkestrasi ekosistem industri baru di Indonesia.
- Rektor UB, Widodo, menegaskan Danantara harus mendorong inovasi dan industrialisasi, memfasilitasi hilirisasi perguruan tinggi.
- Forum Dies Natalis UB ke-63 ini bertujuan menghasilkan usulan kebijakan untuk reformasi pandangan pemerintah dan dunia usaha.
Suara.com - Kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebagai lembaga pengelola investasi mampu mengorkestrasi ekosistem industri baru di tanah air.
Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo dalam kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges di Jakarta.
"Kami ingin Danantara ini jadi salah satu pendorong untuk munculnya inovasi dan industrialisasi baru. Ketika pendanaan kuat untuk industrialisasi baru, maka perguruan tinggi punya kesempatan melakukan hilirisasi," kata Widodo melansir ANTARA, Senin (15/12/2025).
Widodo mengatakan, kemajuan industri akan dengan sendirinya berdampak pada perguruan tinggi sebagai gudangnya inovasi.
Selain itu, ia menilai ekosistem industri yang maju dan kuat juga mendorong perguruan tinggi untuk mendesain kurikulum pembelajaran dan penyiapan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Widodo menyebut, selama ini perguruan tinggi memiliki banyak peneliti, pakar, dan inovasi namun kesulitan melakukan hilirisasi sebab wadah yang disiapkan belum berjalan baik.
"Kami mendidik sarjana sudah sangat bagus, tapi ketika sudah lulus tidak mudah mencari pekerjaan di bidang masing-masing. Karena ekosistem industri di Indonesia belum berkembang. Kalau industrinya tumbuh, ekosistem yang akan jalan," ujar dia.
"Maka, Danantara harus jadi pemecah mata rantai yang selama ini menyebabkan kita tidak mandiri di industri," kata Widodo menambahkan.
Diketahui, kegiatan Public and Business Leader Forum: 2026 Outlook & Challenges mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam membahas berbagai hal strategis terkait disrupsi teknologi, perubahan iklim, dan geopolitik.
Baca Juga: Borok Ayu Puspita Terbongkar! Uang Calon Pengantin Dipakai Liburan Keluar Negeri dan Bayar Cicilan
Selama sesi berlangsung, para panelis mengulas isu strategis seperti ketahanan ekonomi, transformasi energi nasional, penguatan manajemen kebencanaan, serta peran institusi publik dalam menciptakan pemerintahan adaptif.
Widodo berharap forum yang menjadi rangkaian Dies Natalis Universitas Brawijaya ke-63 ini menghasilkan pandangan yang komprehensif, serta melahirkan seperangkat usulan kebijakan (policy brief) untuk mereformasi cara pemerintah dan dunia usaha memandang dinamika global.
Dies Natalis ke-63 juga menjadi refleksi untuk terus menghadirkan kontribusi nyata melalui riset, inovasi, dan dialog kebijakan yang konstruktif.
Melalui forum ini, UB menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis negara dan dunia usaha.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
AAJI: PSAK 117 Bikin Laporan Keuangan Asuransi Lebih Transparan dan Mudah Dipahami
-
Purbaya Jamin Kenaikan Tunjangan TNI dan Pegawai Kemhan Tak Perlebar Defisit APBN
-
Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan
-
Fan Meeting Win Metawin di Jakarta Penuh Momen Manis, dari Blusukan Hingga Panggil Penggemar Sayang
-
Kas Seret, WIKA Tunda Bayar Imbal Hasil Obligasi
-
Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
-
Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu
-
Sensus Ekonomi 2026 dan Dilema Menilai Kemiskinan dari Kepemilikan Aset
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026