- Hingga Oktober 2025, BNC berhasil mencatatkan laba total senilai Rp517,20 miliar.
- Angka ini melonjak tajam hingga 73 kali lipat dibandingkan laba Oktober 2024 yang hanya Rp6,95 miliar.
- Pertumbuhan profitabilitas BNC didukung oleh sejumlah indikator kesehatan finansial yang menguat.
Suara.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC), pelopor bank dengan layanan digital di Indonesia, kembali memamerkan kinerja keuangan yang impresif dalam kegiatan Public Expose 2025 di Jakarta hari ini (16/12/2025).
Emiten bersandi BBYB ini secara konsisten menegaskan posisinya sebagai bank digital yang telah mencapai fase profitabilitas berkelanjutan, ditandai dengan lonjakan laba yang fantastis.
Direktur Utama BNC, Eri Budiono, memaparkan bahwa hingga Oktober 2025, Perseroan berhasil mencatatkan laba total senilai Rp517,20 miliar. Angka ini melonjak tajam hingga 73 kali lipat (year-on-year/yoy) dibandingkan laba Oktober 2024 yang hanya Rp6,95 miliar.
“Kinerja positif hingga Oktober 2025 hasil dari pengendalian risiko yang disiplin, pengelolaan operasional yang makin baik, serta inovasi layanan yang terus kami perluas. Pencapaian ini menegaskan bahwa transformasi digital BNC telah memasuki fase yang mencerminkan fondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk pertumbuhan bisnis Perseroan,” ujar Eri Budiono.
Pertumbuhan profitabilitas BNC didukung oleh sejumlah indikator kesehatan finansial yang menguat seperti modal inti Perseroan menguat menjadi Rp4,00 triliun, meningkat signifikan 20,06% yoy dari Rp3,33 triliun pada Oktober 2024.
Total aset BNC mencapai Rp18,49 triliun per Oktober 2025, tumbuh 3,01% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) membaik secara drastis sebesar 16,92 poin persentase, berada di level sehat 82,83% (vs. 99,75% pada Oktober 2024).
Direktur Bisnis BNC, Aditya Wahyu Windarwo, menambahkan bahwa perbaikan BOPO ini mencerminkan pengelolaan operasional yang semakin efisien dan mature.
Meskipun penyaluran kredit secara total tercatat turun 14,16% yoy menjadi Rp7,40 triliun, hal ini mencerminkan strategi Bank yang lebih berfokus pada perbaikan kualitas aset dan kehati-hatian dalam memilih segmen pembiayaan.
Strategi ini terbukti efektif dalam menekan risiko, terlihat dari rasio kredit bermasalah (NPL Gross) membaik signifikan menjadi 2,89% per Oktober 2025, jauh lebih rendah dibandingkan 3,74% di periode yang sama tahun lalu. Produk kredit unggulan, Neo Loan atau Neo Pinjam yang tersedia di aplikasi neobank, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 139% secara tahunan.
Baca Juga: BUVA Caplok 99,99 Persen Saham BKPP
Struktur permodalan BNC juga sangat solid, dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) melonjak menjadi 47,77% (tumbuh 11,88 poin persentase yoy), yang menjamin kemampuan Bank untuk mendukung ekspansi bisnis yang berkualitas di masa depan.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tetap stabil di posisi Rp13,60 triliun, menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang terjaga terhadap layanan perbankan digital BNC.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional
-
Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau
-
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
-
7.131 Bus Ditemukan Tak Layak Jalan Saat Mudik Lebaran
-
Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April
-
Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan