- KPI mengolah total bahan baku lebih dari 330 juta barel sepanjang 2025, melampaui target ditetapkan sebelumnya.
- Tingkat *yield valuable product* KPI mencapai 83 persen, menunjukkan efektivitas pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.
- KPI meraih peringkat ESG "BB" dan peringkat kredit "BBB" dari S\&P dan Fitch, menandakan performa solid.
Suara.com - Kilang Pertamina Internasional (KPI) mencatatkan kenaikan kinerja operasional sepanjang 2025.
Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, mengungkapkan bahwa total bahan baku yang diolah dari Januari hingga Desember 2025 mencapai lebih dari 330 juta barel.
"Angka ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni sekitar 315 juta barel atau diatas target sekitar 5,8 persen," kata Taufik lewat keterangannya yang dikutip pada Sabtu (31/1/2026).
Bahan yang diolah KPI sepanjang 2025 itu mencakup minyak mentah, produk intermedia (Naphta dan HOMC), dan gas.
Sepanjang periode tersebut, KPI juga mencatatkan tingkat yield valuable product sebesar 83 persen dari total volume asupan (intake).
Taufik menjelaskan bahwa angka ini mencerminkan efektivitas pengolahan bahan baku menjadi produk BBM, non-BBM, serta petrokimia.
"Secara umum, operasional kilang menunjukkan tren positif dengan upaya meningkatkan intake, yield valuable kilang, melaksanakan program efisiensi energi, serta menjaga kehandalan kilang," jelas Taufik.
Di samping itu, KPI juga mencatatkan sejumlah pencapaian strategis lainnya, seperti Di Kilang Cilacap, penerapan inovasi program Block Mode pada Kilang 1 berhasil meningkatkan produksi produk bernilai tinggi (valuable product) hingga mencapai 89 persen.
Kemudian KPI fokus pada optimasi pengadaan bahan baku dan diversifikasi produk.
Baca Juga: Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah
Perusahaan tercatat meningkatkan volume produksi bahan bakar ramah lingkungan rendah sulfur, termasuk biofuel seperti Green Diesel/HVO dan Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF).
Dari sisi keberlanjutan, kinerja KPI tercermin pada perolehan peringkat "BB" dalam aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
Sementara pada aspek manajemen risiko, perusahaan berada di level "Praktik yang Baik" dengan skor Risk Maturity Index antara 3,30 hingga 3,50.
"KPI juga memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada aspek finansial dengan mendapatkan peringkat 'BBB" credit rating dari dari S&P and Fitch. Ini mencerminkan fundamental keuangan yang solid," ujar Taufik.
Berita Terkait
-
Jurus Kilang Pertamina Internasional Hadapi Tantangan Ketahanan Energi
-
Pertamina Lifting Perdana Bioavtur dari Minyak Jelantah
-
Laporan Keberlanjutan KPI 2024 Soroti Transformasi Sosial dan Daya Saing Energi Nasional
-
Emiten Farmasi RI Putar Otak Kurangi Bahan Baku Impor
-
KPI Genjot Strategi Rendah Karbon, Siapkan Green Refinery di Cilacap
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
Terkini
-
Kisah Para Peserta Disabilitas di Mudik Gratis BUMN 2026: Kami Bahagia
-
Jaga Daya Beli Pasca Lebaran, Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik hingga Juni 2026
-
Sinergi Astra Financial Dukung Peningkatan Akses Kesehatan Belasan Ribu Orang
-
International Women's Day, PLN Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif Bagi Perempuan
-
Purbaya Tetap Pede Target IHSG 'To the Moon' 10.000 Tercapai di Akhir Tahun
-
Disindir Ekonomi Lesu di Bawah Kepemimpinannya, Menkeu Purbaya Turun Gunung ke Pasar Tradisional
-
Purbaya Serang Ekonom TikTok: Cuma Sensasi, Enggak Pernah Belajar Ekonomi
-
Mudik Lebaran 2026: Pelabuhan Alternatif Masih 'Ecek-ecek', Pemudik Jadi Korban?
-
Gandeng BUMN, Peruri Lepas 13 Bus Mudik Gratis Menuju Semarang, Yogya, hingga Solo
-
Heboh Tiket Pesawat Tembus Rp 202 Juta, Garuda Indonesia Buka Suara