- BEI secara resmi membuka kembali suspensi delapan saham pada sesi I perdagangan Selasa, 6 Januari 2026.
- Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI mengumumkan pencabutan suspensi perdagangan saham yang sempat dihentikan.
- Suspensi dicabut setelah sebelumnya diberlakukan karena adanya pergerakan harga saham yang sangat volatil.
Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI), secara resmi mengumumkan pembukaan kembali suspensi perdagangan saham untuk delapan perusahaan tercatat.
Langkah ini mulai efektif diberlakukan pada sesi I perdagangan hari ini, Selasa (6/1/2026).
Pengumuman penting ini disampaikan oleh Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, melalui dokumen keterbukaan informasi yang dirilis pada awal pekan ini.
Langkah pencabutan suspensi ini menjadi sinyal positif bagi likuiditas pasar, mengingat sejumlah saham tersebut sempat terhenti aktivitas perdagangannya akibat pergerakan harga yang sangat volatil dalam periode tertentu.
Daftar 8 Emiten yang Kembali Melantai
Para investor di kota-kota besar Indonesia kini dapat kembali melakukan aksi jual maupun beli terhadap delapan saham berikut ini:
PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA)
PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU)
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI)
PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI)
PT Soechi Lines Tbk (SOCI)
PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO)
PT Intraco Penta Tbk (INTA)
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD)
Penghentian sementara perdagangan sebelumnya dilakukan oleh BEI sebagai langkah perlindungan investor (cooling down) menyusul adanya kenaikan harga saham yang terakumulasi secara signifikan.
Berikut adalah rincian performa terakhir beberapa emiten sebelum dikenakan suspensi:
Baca Juga: Saham INET Melesat 25 Persen, Ini Target Harga Setelah Right Issue
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI): Sebelum disuspensi, harga saham HUMI melonjak Rp64 ke level Rp322 pada 2 Januari. Aktivitas transaksinya sangat masif dengan nilai mencapai Rp589,21 miliar dari 1,96 miliar saham yang diperdagangkan.
PT Soechi Lines Tbk (SOCI): Saham ini ditutup menguat Rp82 menjadi Rp580 per lembar pada awal Januari dengan nilai transaksi sebesar Rp76,89 miliar.
PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD): Mencatatkan penguatan Rp52 ke harga Rp206 per saham dengan volume perdagangan mencapai 976,66 juta lembar.
PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA): Sempat menyentuh harga Rp404 setelah naik Rp80 pada transaksi 17 Desember, dengan total nilai perdagangan Rp11,98 miliar.
Sementara itu, emiten lain seperti PTDU, CANI, dan INTA juga mencatatkan penguatan harga sebelum masa suspensi berlaku, dengan nilai transaksi yang bervariasi. Misalnya, PTDU parkir di level Rp113, CANI di angka Rp116, dan INTA di posisi Rp115 per lembar saham.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara