Suara.com - Dalam dunia telekomunikasi Indonesia, nama Moratelindo atau PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) bukanlah pemain baru. Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2000 ini merupakan salah satu tulang punggung infrastruktur digital nasional.
Namun, seiring dengan pergerakan harga sahamnya yang fenomenal di penghujung tahun 2025, banyak investor mulai bertanya: siapa sebenarnya pemilik sah di balik emiten MORA ini?
Profil Singkat Moratelindo
MORA memulai perjalanannya sebagai penyedia kartu telepon dan layanan internet sederhana. Namun, transformasi besar terjadi pada tahun 2007 saat mereka mulai membangun jaringan serat optik sepanjang 7,5 km di Pulau Jawa.
Kini, MORA telah menjelma menjadi raksasa yang mengelola jaringan backbone (tulang punggung) internet yang menjangkau Sumatera, Jawa, hingga Papua. Proyek strategis yang pernah mereka kerjakan antara lain:
- Pembangunan kabel bawah laut Jakarta-Singapura dan Batam-Malaka.
- Pemenang tender proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur pada 2016.
- Penyedia layanan solusi untuk korporasi, UMKM, hingga pusat data nasional (Nusantara Data Center).
Siapa Saja Pemilik Saham MORA?
Berdasarkan data terbaru per 30 November 2025, struktur kepemilikan saham MORA didominasi oleh dua entitas utama sebagai pengendali. Berikut adalah rincian pemegang saham utamanya:
1. PT Candrakarya Multikreasi
Entitas ini memegang porsi kepemilikan terbesar, yaitu sebanyak 8,51 miliar saham atau setara dengan 35,99%. Sebagai pemegang saham mayoritas, mereka memiliki pengaruh signifikan terhadap arah kebijakan perusahaan.
Baca Juga: Target Harga BUMI di Tengah Penguatan Saham Berturut-turut, Ini Analisisnya
2. PT Gema Lintas Benua
Di posisi kedua, terdapat PT Gema Lintas Benua yang menguasai sekitar 7,13 miliar saham atau setara dengan 30,18%. Menarik untuk dicatat bahwa sosok Farida Bau tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari kepemilikan saham di MORA.
3. PT XL Axiata Tbk (EXCL)
Sebelumnya, salah satu operator seluler besar, PT XL Axiata Tbk (EXCL) melalui entitas terkait, sempat memiliki porsi signifikan sebesar 18,32%. Namun, berdasarkan keterbukaan informasi pada awal Desember 2025, kepemilikan tersebut telah dilepas, yang menandai adanya perubahan dinamika pemegang saham di tubuh perseroan.
Performa Saham yang Mengejutkan
Saham MORA menjadi sorotan pasar modal pada akhir tahun 2025. Jika pada awal tahun hingga Oktober 2025 saham ini masih kalem di level Rp400-an per lembar, harganya melonjak drastis hingga menyentuh Rp14.050 pada perdagangan 10 Desember 2025.
Pertumbuhan yang mencapai lebih dari 400% dalam satu bulan ini menunjukkan kepercayaan pasar yang sangat tinggi, atau mungkin adanya aksi korporasi besar yang sedang berlangsung di balik layar.
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) adalah aset strategis bagi kedaulatan digital Indonesia. Dengan kepemilikan utama di tangan PT Candrakarya Multikreasi dan PT Gema Lintas Benua, perusahaan ini terus memperkokoh posisinya sebagai penyedia infrastruktur kabel fiber optik dan data center yang tak tergantikan.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah
-
6 Fakta Evaluasi Mekanisme Full Call Auction (FCA) Bursa Efek Indonesia
-
Registrasi Online Link PINTAR BI untuk Tukar Uang Baru
-
Syarat Free Float Naik, Saham CBDK Dilepas Rp157,5 Miliar
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Pemerintah Sebut Kesepakatan RIAS Tetap Jalan Meski Ada Putusan Supreme Court
-
Sosok Pemilik Bening Luxury, Perusahaan Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai
-
Harga Emas Batangan Naik, di Pegadaian Bertambah Rp 60 Ribuan!
-
Presiden Prabowo Respon Perubahan Tarif Trump: RI Hormati Politik AS
-
Profil PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), Ini Pemilik Sahamnya