- IHSG mencapai rekor tertinggi baru pada 5 Januari 2026, ditutup menguat 1,27 persen didorong sektor material dasar.
- Kenaikan IHSG ditopang penguatan harga komoditas global meskipun terjadi eskalasi geopolitik AS dan Venezuela.
- Inflasi Indonesia Desember 2025 naik menjadi 2,92 persen YoY, sementara surplus neraca perdagangan menurun menjadi USD 2,66 miliar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. IHSG ditutup menguat 1,27 persen ke level 8.859, seiring dengan menguatnya harga mayoritas komoditas global.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, kenaikan IHSG kali ini terutama ditopang oleh sektor basic material yang membukukan penguatan terbesar.
Lonjakan harga komoditas logam menjadi katalis utama bagi sektor tersebut, di tengah sentimen global yang relatif kondusif.
Meski terjadi serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, dampaknya dinilai tidak signifikan terhadap pasar modal domestik. Namun, eskalasi geopolitik tersebut justru mendorong kenaikan harga sebagian besar komoditas logam di pasar global.
Sejalan dengan itu, mayoritas indeks saham di kawasan Asia juga ditutup menguat pada perdagangan Senin. Kendati demikian, nilai tukar rupiah justru melemah. Rupiah ditutup di level Rp 16.740 per dolar AS di pasar spot, mengikuti pergerakan mayoritas mata uang Asia yang cenderung tertekan.
Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal positif. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) tercatat membentuk golden cross, seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh peningkatan volume beli di pasar.
"Dengan kondisi teknikal tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.900,” tulis riset Phintraco Sekuritas.
Untuk perdagangan selanjutnya, level resistance IHSG berada di 8.900, dengan pivot di 8.800 dan support di area 8.700.
Dari sisi data ekonomi, inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dibandingkan inflasi November 2025 yang sebesar 2,72 persen YoY.
Baca Juga: GOTO Diborong BlackRock dan Vanguard, Target Harga Saham Capai Rp 100 Tahun Ini?
Laju inflasi tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2024, namun masih berada dalam rentang target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5–3,5 persen.
Kenaikan inflasi Desember 2025 didorong oleh lonjakan inflasi bulanan (month on month/MoM) yang mencapai 0,64 persen, naik dari 0,17 persen MoM pada bulan sebelumnya. Peningkatan inflasi ini antara lain dipicu oleh kenaikan harga komoditas di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, sebagai dampak bencana alam di daerah tersebut.
Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 tercatat menyusut menjadi USD 2,66 miliar, turun dari USD 4,34 miliar pada November 2024. Penurunan surplus tersebut dipengaruhi oleh kontraksi ekspor sebesar 6,6 persen YoY, di tengah kenaikan impor sebesar 0,46 persen YoY.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 68,31 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 30,25 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,96 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 470 saham bergerak naik, sedangkan 259 saham mengalami penurunan, dan 229 saham tidak mengalami pergerakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit