- Harga emas Antam per 6 Januari 2026 untuk 1 gram mencapai Rp 2.549.000, naik Rp 34.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia menguat ke USD 4.440 per troy ounce karena ketegangan geopolitik Venezuela memicu permintaan aset aman.
- Kekhawatiran geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter longgar The Fed turut menopang kenaikan harga logam mulia tersebut.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 6 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.549.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu melesat Rp 34.000 dibandingkan hari Senin, 5 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.405.000 per gram.
Harga buyback itu juga melonjak sebesar Rp 34.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.324.500
- Emas 1 Gram Rp 2.549.000
- Emas 2 gram Rp 5.038.000
- Emas 3 gram Rp 7.532.000
- Emas 5 gram Rp 12.520.000
- Emas 10 gram Rp 24.9865.000
- Emas 25 gram Rp 62.237.000
- Emas 50 gram Rp 124.595.000
- Emas 100 gram Rp 249.112.000
- Emas 250 gram Rp 622.515.000
- Emas 500 gram Rp 1.244.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.489.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Meroket
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan awal pekan ini. Logam mulia berdenominasi dolar AS tersebut tercatat naik ke kisaran USD 4.440 per troy ounce pada awal sesi Asia, Selasa, seiring meningkatnya permintaan aset aman di tengah memanasnya krisis geopolitik Venezuela.
Mengutip laporan FXStreet, reli harga emas ini membawa XAU/USD menyentuh level tertinggi dalam satu pekan terakhir.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Usai Pelemahan dan Stagnansi Awal Tahun
Ketidakpastian geopolitik menjadi pendorong utama, setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.
Situasi memanas menyusul serangan Pasukan Delta Angkatan Darat AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya pada Sabtu lalu.
Pada Senin, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan terorisme narkoba yang diajukan Amerika Serikat, sebuah langkah hukum yang dinilai memiliki implikasi geopolitik besar.
"Meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian di kawasan ini kembali mendorong minat investor pada aset safe haven tradisional seperti emas," tulis FXStreet.
Alexander Zumpfe, pedagang logam mulia di Heraeus Metals Jerman, menilai lonjakan harga emas tidak hanya dipicu oleh isu Venezuela semata.
"Situasi seputar Venezuela jelas telah mengaktifkan kembali permintaan aset aman, tetapi hal ini terjadi di tengah kekhawatiran yang sudah ada tentang geopolitik, pasokan energi, dan kebijakan moneter," ujarnya.
Selain faktor geopolitik, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari bank sentral Amerika Serikat turut menopang pergerakan emas. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan sebagian besar pejabat The Fed menilai penurunan suku bunga masih relevan seiring meredanya tekanan inflasi, meski terdapat perbedaan pandangan terkait waktu dan besaran pemangkasan.
Kebijakan suku bunga yang lebih rendah dinilai dapat mengurangi biaya peluang dalam memegang emas, sehingga mendukung harga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil tersebut.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat pada Jumat mendatang, termasuk laporan Nonfarm Payrolls (NFP). Ekonomi AS diperkirakan menambah sekitar 55.000 lapangan kerja pada Desember, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,5 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
OJK Ungkap Kejahatan di BPR Panca Dana: Kredit Fiktif dan Pencairan Deposito Nasabah
-
Diduga Lakukan Penipuan Kripto, Bisnis AMG Pantheon Ditutup Paksa
-
Bantah Dokumen Perjanjian Tarif Resiprokal, Haikal Hasan: Produk Impor AS Wajib Sertifikat Halal
-
Menteri PKP Buka Peluang Integrasikan Program Gentengisasi dengan Bantuan Perumahan
-
APBN Tekor Rp 695,1 T, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Aman: Lebih Jago dari Malaysia & Vietnam
-
Dukung Dasco soal Tunda Impor Mobil Pikap India, Kadin: Nanti Jadi Bangkai
-
Purbaya Perpanjang Dana SAL Rp 200 T hingga 6 Bulan: Bank Tak Perlu Khawatir!
-
OJK Tabuh Genderang Perang! Influencer Saham 'Nakal' Terancam Sanksi Berat
-
Perang Cashback Ramadan 2026 Memanas, Platform Adu Strategi Gaet Pengguna
-
Heboh Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pick-Up India Buat Kopdes Merah Putih, Istana Irit Bicara