- Harga emas Antam 1 gram pada Senin, 5 Januari 2026, mencapai Rp 2.515.000, naik Rp 27.000 dari Sabtu sebelumnya.
- Harga emas dunia (XAU/USD) menguat mendekati USD 4.370 per ons akibat meningkatnya risiko geopolitik global.
- Kenaikan harga emas global didorong ketegangan penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat dan prospek suku bunga The Fed.
Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 5 Januari 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.515.000 per gram.
Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu melonjak Rp 27.000 dibandingkan hari Sabtu, 3 Januari 2026.
Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.371.000 per gram.
Harga buyback itu juga lompat tinggi sebesar Rp 25.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu kemarin.
Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:
- Emas 0,5 Gram Rp 1.307.000
- Emas 1 Gram Rp 2.515.000
- Emas 2 gram Rp 4.979.000
- Emas 3 gram Rp 7.430.000
- Emas 5 gram Rp 12.350.000
- Emas 10 gram Rp 24.645.000
- Emas 25 gram Rp 61.487.000
- Emas 50 gram Rp 122.895.000
- Emas 100 gram Rp 245.712.000
- Emas 250 gram Rp 614.015.000
- Emas 500 gram Rp 1.222.820.000
- Emas 1.000 gram Rp 2.455.600.000
Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.
Harga Emas Dunia Melesat
Harga emas dunia kembali menguat pada awal perdagangan Asia, Senin (5/1/2026). Logam mulia emas spot atau XAU/USD tercatat naik hingga mendekati level USD 4.370 per ons, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Mengutip FXStreet, kenaikan harga emas ini terjadi di tengah melonjaknya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) dilaporkan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Situasi tersebut mendorong investor kembali memburu aset safe haven, termasuk emas.
Baca Juga: Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri 24 Hari Ini, 5 Januari 2026
Para pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan terbaru terkait penangkapan Maduro oleh AS, sembari menanti rilis data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS yang dijadwalkan rilis pada Senin waktu setempat.
Laporan CNN menyebutkan, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyerukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan menangkap Presiden Maduro untuk menghadapi dakwaan, tanpa persetujuan Kongres.
Trump juga menyatakan AS akan mengambil alih kendali Venezuela hingga negara tersebut mampu melakukan transisi secara aman dan tepat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Minggu menegaskan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya di sektor minyak untuk mendorong perubahan lebih lanjut di Venezuela.
Langkah ini diperkirakan akan memicu ketegangan geopolitik yang lebih luas dan meningkatkan ketidakpastian global.
"Situasi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven tradisional seperti emas," tulis FXStreet.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern
-
Lotte Chemical Indonesia Prioritaskan Pasokan Domestik di Tengah Krisis Rantai Pasok Global
-
Purbaya Klaim MBG Bantu Dorong Ekonomi RI 1 Persen karena Serap 1 Juta Tenaga Kerja
-
FTSE Pertahankan Status Indonesia, Reformasi Pasar Modal Diakui Dunia
-
Purbaya Siapkan Lowongan Kerja Bea Cukai untuk 300 Lulusan SMA, Diumumkan Mei 2026
-
Gelar 206 Proyek di Bali, Kementerian PU Kucurkan Rp1,2 Triliun pada 2026
-
Ketergantungan Impor LPG RI Makin Dalam, Tembus 83,97% di 2026
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
OJK Yakin Pasar Modal RI Kembali Dibanjiri Investor Setelah Status FTSE
-
Kemendag Rilis 2 Aturan Baru, Perizinan Ekspor Kini Nggak Berbelit-belit