- BSI menjalin kerja sama strategis dengan BASE melalui MoU untuk perluasan pembiayaan proyek Efisiensi Energi di Indonesia.
- Pembiayaan ini menggunakan model de-risking melalui skema Energy Savings Insurance (ESI) untuk target netralitas karbon 2060.
- Kerja sama ini menegaskan komitmen BSI terhadap ESG, dibuktikan dengan portofolio pembiayaan berkelanjutan Rp73,16 Triliun per September 2025.
Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.
Kerja sama strategis ini dilaksanakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).
Kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan pembiayaan proyek Efisiensi Energi (EE) yang lebih luas di Indonesia, melalui model de-risking yang menggabungkan kontrak standar, validasi teknis independen, dan asuransi performa (surety bond).
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan proyek Efisiensi Energi (EE) ini dilakukan melalui model Energy Savings Insurance (ESI).
Model ESI ini dapat dijadikan referensi bagi pengembangan produk pembiayaan hijau atau efisiensi energi, sejalan dengan komitmen keberlanjutan yang telah dijalankan.
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance (ESI) ini, kami harapkan dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon dan mendukung tercapainya target Net Zero Emission Indonesia pada tahun 2060”, ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Bob mengatakan, komitemen ini menandai konsistensi perusahaan untuk mengimplementasikan aspek Environmental, Social, & Governance (ESG) dalam bisnis operasional serta memberikan dampak nyata terhadap pembiayaan berkelanjutan.
"Di antaranya, portofolio pembiayaan berkelanjutan sebanyak 24,60 persen dari total pembiayaan yang telah disalurkan, yakni Rp73,16 Triliun per September 2025," bebernya.
Selain itu, BSI telah melakukan penerbitan Sukuk Sustainability dengan dua tahap.
Baca Juga: Harga Terus Meroket, Gen Z Makin Doyan Beli Emas
Tahap pertama dan kedua Sukuk Sustainability yang diterbitkan berturut-turut sebanyak Rp3 Triliun dan Rp5 Triliun pada tahun 2024 dan 2025, serta berbagai inovasi keberlanjutan yang telah BSI laksanakan.
Tag
Berita Terkait
-
Bos Garuda Sebut Semua Gaji Direksi Sepakat Dipotong 10 Persen
-
Beli Base Fuel dari Pertamina, SPBU BP Mulai Normalisasi Pasokan BBM
-
Efisiensi Bisnis Maksimal: TRAC Menjadi Solusi Transportasi Premium dengan Driver Profesional
-
Efisiensi Meningkat: BPPTD Mempawah Pangkas Biaya Perawatan 30% Berkat Antares Eazy
-
BSI Kantongi Izin Jasa Simpanan Emas, Harga Jadi Terjangkau?
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe