- Harga emas Antam 1 gram pada Rabu, 7 Januari 2026, mencapai Rp 2.584.000, naik Rp 35.000 dari hari sebelumnya.
- Harga emas dunia menguat mendekati USD 4.500 per troy ounce didorong ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS.
- Kenaikan harga emas didukung ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve, meskipun data ekonomi AS akan memengaruhi dalam jangka pendek.
Lingkungan suku bunga rendah dinilai dapat mengurangi biaya peluang dalam memegang emas, sehingga mendukung harga logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi AS, termasuk laporan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa ISM yang dijadwalkan terbit pada Rabu, serta laporan ketenagakerjaan bulan Desember pada Jumat.
Ekonomi AS diperkirakan mencatat penambahan sekitar 55.000 lapangan kerja pada Desember, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan turun menjadi 4,5 persen.
FXStreet menyebutkan, jika data ketenagakerjaan tersebut keluar lebih kuat dari perkiraan, hal ini berpotensi menopang dolar AS dan menekan harga komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar, termasuk emas, dalam jangka pendek.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
Terkini
-
Jumlah Aset Masih Kurang, Spin Off Maybank Syariah Ditargetkan Tahun 2027
-
Banyak Peretas, OJK Perketat Aturan Keamanan Digital di BPR
-
Instran Minta Pemerintah Tak Hanya Hitung Untung-Rugi dari Pengembangan Transportasi Umum
-
Miris! 30 Persen Gaji Masyarakat untuk Bayar Ongkos Transportasi
-
Soal Kenaikan DMO, Bahlil: Kebutuhan Dalam Negeri Harus Dipenuhi Dulu
-
Pengusaha IHT Minta Pemerintah Membina, Bukan Binasakan Industri Tembakau
-
Bahlil: Realisasi Investasi Sektor ESDM Investasi Turun, PNBP Gagal Capai Target
-
Timothy Ronald dan Akademi Crypto Mendadak Viral, Apa Penyebabnya
-
Indonesia Raih Posisi Runner-up di Thailand, BRI Salurkan Bonus Atlet SEA Games 2025
-
Fenomena Demam Saham Asuransi Awal 2026, Kesempatan atau Jebakan Bandar?