- Harga pangan nasional awal Januari 2026 menunjukkan kenaikan merata pada beras dan hortikultura berdasarkan data per Rabu (7/1/2026).
- Beberapa komoditas penting seperti beras, jagung, kedelai impor, dan bawang merah mengalami kenaikan harga tipis hingga signifikan.
- Sebaliknya, komoditas tertentu seperti cabai merah besar dan daging sapi murni justru mencatatkan penurunan harga rata-rata nasional.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional pada awal Januari 2026 masih menunjukkan tekanan di sejumlah komoditas strategis. Data rata-rata nasional memperlihatkan tren kenaikan yang relatif merata, terutama pada kelompok beras dan hortikultura, meski beberapa komoditas lain justru mengalami penurunan.
Informasi ini berdasarkan data harga rata-rata pangan nasional dari situs milik Badan Pangan Nasional, badanpangan.go.id, per Rabu (7/1/2026).
Pada komoditas beras, kenaikan terjadi di seluruh segmen. Beras SPHP tercatat di level Rp 12.466 per kilogram atau naik Rp 2 setara 0,02 persen dibandingkan hari sebelumnya. Beras medium berada di harga Rp 13.559 per kilogram atau naik Rp 24 setara 0,18 persen.
Sementara itu, beras premium juga mengalami penyesuaian harga. Rata-rata nasional beras premium tercatat Rp 15.558 per kilogram atau naik Rp 29 setara 0,19 persen. Kenaikan tipis ini menunjukkan tekanan harga beras masih berlangsung di awal tahun.
Tekanan harga juga terjadi pada komoditas jagung. Jagung tingkat peternak tercatat Rp 6.963 per kilogram atau naik Rp 9 setara 0,13 persen, seiring kebutuhan pakan ternak yang masih cukup tinggi.
Dari kelompok pangan olahan, kedelai biji kering impor turut mencatatkan kenaikan. Harga rata-rata nasional kedelai impor berada di level Rp 10.836 per kilogram atau naik Rp 27 setara 0,25 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Komoditas hortikultura bawang merah menjadi salah satu yang mencatatkan kenaikan cukup terasa. Rata-rata nasional bawang merah berada di level Rp 45.205 per kilogram atau naik Rp 301 setara 0,67 persen, melanjutkan tren fluktuasi harga di pasar.
Sejumlah komoditas protein hewani juga mengalami kenaikan. Daging ayam ras tercatat Rp 39.506 per kilogram atau naik Rp 53 setara 0,13 persen. Telur ayam ras berada di level Rp 31.406 per kilogram atau naik Rp 45 setara 0,14 persen.
Dari sektor perikanan, ikan tongkol tercatat Rp 36.490 per kilogram atau naik Rp 299 setara 0,83 persen. Ikan bandeng berada di harga Rp 36.589 per kilogram atau naik Rp 398 setara 1,10 persen, sedangkan ikan kembung tercatat Rp 44.314 per kilogram atau naik Rp 295 setara 0,67 persen.
Baca Juga: Inflasi Tahun 2025 Tembus 0,64%, Harga Pangan dan Emas Jadi Pemicu Utama
Di sisi lain, tidak semua komoditas bergerak naik. Cabai merah besar justru turun ke level Rp 40.946 per kilogram atau turun Rp 527 setara 1,27 persen. Cabai merah keriting juga turun menjadi Rp 44.453 per kilogram atau turun Rp 691 setara 1,53 persen.
Penurunan harga juga terjadi pada daging sapi murni yang tercatat Rp 135.590 per kilogram atau turun Rp 54 setara 0,04 persen.
Daging kerbau beku impor turun lebih dalam ke level Rp 108.047 per kilogram atau turun Rp 1.097 setara 1,01 persen, sementara daging kerbau segar lokal justru naik menjadi Rp 140.833 per kilogram atau naik Rp 160 setara 0,11 persen.
Adapun, berikut daftar harga bahan pangan hari ini:
- Beras SPHP: Rp 12.466/kg
- Beras Medium: Rp 13.559/kg
- Beras Premium: Rp 15.558/kg
- Jagung tingkat peternak: Rp 6.963/kg
- Kedelai biji kering impor: Rp 10.836/kg
- Bawang merah: Rp 45.205/kg
- Cabai merah besar: Rp 40.946/kg
- Cabai merah keriting: Rp 44.453/kg
- Daging ayam ras: Rp 39.506/kg
- Telur ayam ras: Rp 31.406/kg
- Daging sapi murni: Rp 135.590/kg
- Daging kerbau segar lokal: Rp 140.833/kg
- Daging kerbau beku impor: Rp 108.047/kg
- Ikan tongkol: Rp 36.490/kg
- Ikan bandeng: Rp 36.589/kg
- Ikan kembung: Rp 44.314/kg
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
-
Menapaki Jalan Berlumpur hingga Pelosok Desa, Mantri BRI Menjadi Penggerak Ekonomi Rakyat
-
5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
-
6 Cara Mencuci Sepatu Suede yang Benar, agar Tidak Kusam dan "Botak"
-
Animal Farm dan Cermin Politik Modern: Saat Kesetaraan Hanya Menjadi Slogan
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
-
GeForce RTX 3060 Hidup Kembali, GPU 12GB untuk Gaming 1080p dan AI Lokal
-
109 PPPK Paruh Waktu di Pemkot Malang Diupayakan Naik Kelas Jadi Penuh Waktu
-
Sitaan Fantastis di Kasus Korupsi Terbaru, Sejauh Mana Urgensi RUU Perampasan Aset?
-
Banyak Penyalahgunaan! Zulhas Minta Sebulan Bereskan MBG Sebelum Lapor Prabowo