Suara.com - Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Rionald Silaban melantik Sukatmo Padmosukarso sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), serta Doddy Rahadi sebagai Anggota Dewan Direktur.
Kegiatan yang mengambil tempat di kantor LPEI ini turut dihadiri oleh para Direktur Utama Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan.
Pada pelantikan kali ini, Menteri Keuangan menegaskan, “Pelantikan pejabat baru di lingkungan LPEI ini harus digunakan sebagai momentum untuk membenahi LPEI dari hulu sampai ke hilir.”
Selain itu, Menteri keuangan juga mengingatkan untuk reposisi mandat LPEI sebagai katalis transformasi ekspor nasional.
“Dukungan LPEI harus strategis dan berdampak untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri Keuangan.
Selain itu, Menteri Keuangan juga menekankan terkait arah pembiayaan LPEI agar difokuskan pada peningkatan nilai tambah di dalam negeri dan perluasan basis eksportir pada sektor-sektor prioritas khususnya di manufaktur, agroindustri, dan ekonomi hijau.
Ia pun menyoroti terkait keberanian kebijakan serta efektivitas dukungan institusional terhadap produk halal mulai dari makanan hingga kosmetik.
Selain terkait tugas dan fungsi dari LPEI itu sendiri, Purbaya menekankan pentingnya kepercayaan, tata kelola, dan pengelolaan risiko yang disiplin sebagai fondasi keberlanjutan LPEI.
Menutup sambutan, Menteri Keuangan menyampaikan selamat kepada Sukatmo Padmosukarso sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif LPEI, dan kepada Doddy Rahadi sebagai Anggota Dewan Direktur.
Baca Juga: Kisah Transformasi Tas Anyaman Jali, Produk UMKM yang Tembus Pasar Paris dan Tokyo
Purbaya berharap kepemimpinan baru menghadirkan budaya integritas, akuntabilitas, dan profesionalisme di seluruh lini organisasi sehingga LPEI mampu menjadi akselerator pertumbuhan ekspor yang inklusif dan berkelanjutan. ***
Berita Terkait
-
Kisah Transformasi Tas Anyaman Jali, Produk UMKM yang Tembus Pasar Paris dan Tokyo
-
Debit Visa Bank Jakarta Didorong Jadi Motor Transaksi Global UMKM dan Ekonomi Kreatif di DKI
-
Siap Jadi Pengusaha, Begini Cara Memoles UMKM Jadi Bisnis Profesional dan Berkelanjutan
-
Diskon Rame Rame ShopeeFood, Pertumbuhan Penjualan UMKM Capai Lebih dari 3,5x Lipat pada 2025
-
La Suntu Tastio, UMKM Binaan BRI yang Angkat Tradisi Lewat Produk Tas Tenun
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK