- Saham GIAA melonjak 9,76% pada 8 Januari 2026 dipicu pengalihan saham 3,74 miliar lembar dari Danantara AM kepada BP BUMN.
- Transaksi jumbo pengalihan saham tersebut bernilai total Rp1,71 triliun dengan harga pelaksanaan Rp459 per saham.
- Secara fundamental, Garuda Indonesia (GIAA) masih mencatatkan ekuitas negatif USD1,54 miliar hingga kuartal ketiga 2025.
Di balik dinamika harga sahamnya, Garuda Indonesia masih menghadapi tantangan fundamental yang cukup berat. Hingga kuartal ketiga 2025, maskapai ini masih mencatatkan ekuitas negatif sebesar USD1,54 miliar.
Dari sisi operasional, pendapatan perseroan mengalami penurunan dari USD2,02 miliar menjadi USD1,84 miliar secara tahunan. Penurunan top-line ini berdampak langsung pada pembengkakan kerugian bersih yang naik dari USD131,2 juta menjadi USD182,54 juta per September 2025.
Sebagai bahan pertimbangan investor, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Areyanti dan Rekan sebelumnya telah melakukan penilaian nilai wajar GIAA.
Menggunakan gabungan metode Discounted Cash Flow (DCF) dan pendekatan pasar (Guideline Publicly Traded Company), nilai pasar keseluruhan saham GIAA diestimasi sebesar Rp6,88 triliun.
Berdasarkan perhitungan tersebut, estimasi nilai wajar saham GIAA berada di kisaran Rp75 per lembar. Hal ini menunjukkan bahwa harga pasar saat ini di level Rp90 masih berada di atas nilai wajar hasil penilaian independen per pertengahan 2025 lalu.
Dari sisi partisipasi publik, terdapat tren positif pada jumlah pemegang saham. Tercatat ada penambahan sebanyak 2.347 investor baru, sehingga total pemegang saham GIAA mencapai 65.264 orang per akhir September 2025.
DISCLAIMER: Sektor penerbangan memiliki risiko volatilitas tinggi. Analisis ini bersifat informatif berdasarkan data pasar terkini dan bukan merupakan rekomendasi jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya