- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tarif bea keluar batu bara akan disesuaikan dengan harga pasar ekonomis.
- Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan sedang menghitung besaran tarif bea keluar yang adil bagi pengusaha dan negara.
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempertanyakan restitusi pajak batu bara dalam UU Cipta Kerja yang merugikan negara.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan besaran tarif yang dikenakan akan menyesuaikan harga batu bara.
Suara.com - Pasalnya, hingga saat ini besaran bea keluar batu bara masih dalam proses penghitungan.
"Kementerian ESDM lagi menghitung itu ada range-nya. Dikenakan tarif itu apabila harga batu baranya itu ekonomis. Dalam arti kata bahwa ada range, katakanlah USD 100-150, ini contoh. Itu dikenakan berapa? Di atas USD 150 berapa?," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2025).
Bahlil menyebut, penghitungan besaran bea keluar bukan hanya melibatkan kementeriannya, tapi juga Kementerian Keuangan.
"Saya pikir kami dengan Kementerian Keuangan akan bicara. Kementerian Keuangan pun enggak mungkin menjalankan sendiri. Hulunya di sini, hilirnya di sana," imbuh Bahlil.
Bahlil berjanji, dalam penentuan bea keluar ini, Kementerian ESDM tidak akan memberatkan para pengusaha tambang batu bara.
"Jangan sampai kita kenakan pajak yang beban berat. Akhirnya pengusahanya enggak bisa bekerja," beber Bahlil.
Sebaliknya, ketika pengusaha mendapatkan keuntungan, pengusaha menurutnya harus membayarkan kewajibannya kepada negara.
"Tapi kalau pengusahanya untung, wajib kita pajaki. Fair, supaya fair. Nggak boleh pengusaha untung, enggak bayar pajak, nggak boleh," ujarnya.
Baca Juga: Bahlil Tetap Proses Izin Pertambangan Ormas Meski Aturan Digugat di MK
"Tapi negara juga harus fair. Kalau pengusahanya belum dapat untung atau merugi kita kenakan pajak, itu juga enggak fair. Jadi kita cari jalan tengah," sambungnya.
UU Ciptaker Untungkan Pengusaha
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa UU Cipta Kerja menguntungkan para pengusaha batubara. Namun di satu sisi negara justru dirugikan.
Karena dalam UU Cipta Kerja memberlakukan restitusi pajak untuk perusahaan batu bara. Menurut Purbaya, hal itu justru membuat negara memberikan subsidi ke pengusaha.
"Kalau saya lihat nett-nya (pendapatan bersih), dia bayar pajak, bayar ini, bayar PPh (Pajak Penghasilan), bayar itu, bayar itu, royalti segala macam, tapi ditarik di restitusi. Saya dapatnya negatif," katanya saat konferensi pers di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Purbaya pun mempertanyakan apakah pemberian restitusi itu wajar dilakukan. "Jadi saya memberi subsidi perusahaan batubara yang sudah pada kaya itu. Menurut Anda, wajar enggak?" ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Gegara Tipu Daya Cinta, Uang Masyarakat Rp 49,19 Miliar Lenyap
-
Minyak Dunia Naik Lagi, Brent Menguat 2,7 Persen dalam Sepekan
-
Lifting Minyak Bumi Lewati Target APBN, Pertama dalam Satu Dekade Terakhir
-
Diprotes Pengusaha Sawit soal Aturan DHE, Purbaya Tantang Balik: Saya Kejar!
-
OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Curhat Kena Omel Prabowo, Banyak Kecurangan di Pajak dan Bea Cukai
-
Bahlil Sebut Mandatori B40 Bikin Keuangan Negara Tokcer, Mau Setop Impor Solar di 2026
-
OJK Desak Perbankan Segara Tutup Ribuan Rekening Judi Online
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini, Cabai Makin Murah Sentuh Rp40 Ribu