- Ketidakpastian politik AS akibat sengketa Trump-The Fed memicu kenaikan harga emas dan perak pada 12 Januari 2026.
- Ketua The Fed, Jerome Powell, diselidiki kriminal oleh Departemen Kehakiman terkait biaya renovasi gedung The Fed.
- Powell meyakini penyelidikan ini merupakan intimidasi politik karena menolak tekanan Trump untuk menurunkan suku bunga acuan.
Sikap lebih keras datang dari Senator Demokrat, Elizabeth Warren. Ia menuduh Donald Trump sedang melakukan upaya pengambilalihan korup (corrupt takeover) terhadap sistem moneter nasional.
Menurut Warren, Trump sengaja mengkriminalisasi Powell agar bisa menempatkan sosok yang mudah dikendalikan sebagai pimpinan bank sentral yang baru.
Analisis Pasar: Tekanan yang Tidak Berdasar?
April Larusse, kepala spesialis investasi di Insight Investment, menilai bahwa serangan terhadap The Fed sebenarnya tidak memiliki landasan ekonomi yang kuat.
Meskipun Trump menginginkan suku bunga rendah untuk memacu pertumbuhan, inflasi yang masih membayangi masyarakat kelas menengah ke bawah tetap memerlukan kebijakan moneter yang hati-hati.
Dalam wawancara terbarunya dengan NBC News, Donald Trump tetap pada posisinya dengan mengkritik kinerja Powell. "Dia jelas tidak terlalu bagus di Federal Reserve, dan dia juga tidak terlalu bagus dalam proyek gedung," sindir Trump.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru
-
IHSG Loyo, Investor Asing Kabur Massal Rp53 Triliun dari Bursa Saham
-
Harga Pangan Hari Ini, Cabai Rawit Tembus Rp82.450 per Kg, Telur Ayam Rp30.500 per Kg
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS