Bisnis / Energi
Selasa, 13 Januari 2026 | 19:01 WIB
Ilustrasi Transisi Energi, Energi Baru dan Terbarukan. [Dok Pertamina NRE].
Baca 10 detik
  • Pertamina NRE menjalin nota kesepahaman dengan GCL Intelligent Energy (China) untuk energi terbarukan Indonesia.
  • Kolaborasi ini meliputi pengembangan proyek PLTSa, energi baru terbarukan, dan pembangkit listrik berbasis gas nasional.
  • Penandatanganan dilakukan oleh CEO Pertamina NRE dan Chairman GCL Intelligent Energy di Indonesia.

Suara.com - PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menggandeng perusahaan asal China yaitu GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Kerja sama ini dituangkan dalam nota kesepahaman bersama yang iwakili oleh John Anis sebagai Chief Executive Officer Pertamina NRE, dan Zhi Fei, sebagai Chairman of the Board of GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.

Kerja sama ini membuka peluang pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia, sebagai bagian dari upaya bersama mendukung target penurunan emisi dan ketahanan energi nasional.

CEO Pertamina NRE, John Anis, mengatakan kemitraan ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan.

Ilustrasi energi terbarukan (Pixabay/Seagul)

"Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif," ujar John Anis seperti dikutip, Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, Fei Zhi selaku Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dan kerja sama yang terjalin dengan Pertamina NRE.

"Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT," jelas Fei Zhi.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL, untuk melihat penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek.

Pertamina NRE optimis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong inovasi teknologi serta pengembangan model bisnis energi bersih yang dapat diimplementasikan secara nyata di Indonesia dalam memperkuat peran Pertamina sebagai penggerak utama transisi energi nasional demi mencapai NZE 2060.

Baca Juga: Energi Terbarukan Mulai Masuk Sektor Tambang dan Perkebunan

Load More