- Rupiah melemah terhadap dolar AS, mencapai Rp16.987 per dolar berdasarkan data Bloomberg hari Selasa, 20 Januari 2026.
- Dampak pelemahan ini menyebabkan beberapa bank di Indonesia mencatat kurs jual dolar mendekati level Rp17.000 pada hari tersebut.
- Kurs jual Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA untuk transaksi tunai berada di rentang Rp17.060 hingga Rp17.120.
Suara.com - Nilai tukar rupiah yang terus tertekan membuat dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan.
Adapun, berdasarkan data Bloomberg, rupiah di berada di level Rp16.987 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan ini membuat dolar AS bergerak menyentuh Rp17.000 di beberapa perbankan Indonesia hari ini.
Lantas berapa harga jual beli dolar di Indonesia? Berikut daftar kurs dolar AS di Bank Mandiri, BNI, BRI dan BCA pada hari ini Selasa (20/1/2026).
1. PT Bank Mandiri Tbk
Berdasarkan data Bank Mandiri per 20 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.965 dan kurs jual Rp16.995.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.700 (beli) dan Rp17.060 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
2. PT Bank Bank Negara Indonesia Tbk
Berdasarkan data Bank BNI per 20 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.850 dan kurs jual Rp16.997.
Baca Juga: Dolar AS Menguat, Rupiah Terus Ambles ke Level Rp16.987
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.850 (beli) dan Rp17.120 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI)
Berdasarkan data Bank BRI per 20 Januari, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.918 dan kurs jual Rp16.990.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.760 (beli) dan Rp17.060 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
4. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
Berdasarkan data BCA per 20 Januari 2026, kurs beli USD (E-Rate) adalah Rp16.969 dan kurs jual Rp16.999.
Sedangkan, TT Counter/Bank Notes berada di kisaran Rp16.805 (beli) dan Rp17.105 (jual). Dalam hal ini, kurs rupiah dan dolar AS dapat berubah sewaktu-waktu.
Berita Terkait
-
Dolar AS Ngamuk Bikin Rupiah Terkapar Lemah ke Level Rp 16.798
-
Rupiah Masih Lemas, Berikut Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA
-
Masih Sakit, Rupiah Makin Dekati Level Rp16.800 per Dolar AS Hari ini
-
Rupiah Makin Loyo, Kini Tembus Rp16.780
-
Rupiah Masih Loyo, Cek Harga Kurs Dolar AS di Mandiri, BNI, BRI dan BCA Hari Ini
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
Catat Syaratnya! Ini Cara Gampang Dapat Diskon PLN 50 Persen, Cuma Sampai 27 Juli 2026!
-
Pantau Dulu, Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.635.000 per Gram
-
Kaca Mobil Buram Bikin Bahaya? Kenali Penyebab Jamur dan Cara Ampuh Mengatasinya
-
Rencana Hibah Kapal Induk Bekas Italia Disorot, Pengamat Minta Pemerintah Hitung Ulang Kebutuhan
-
Bukan di Area 51, Festival UFO Justru Digelar di Kulon Progo
-
Review Serial I'm Not Afraid: Drama Misteri Meksiko yang Sangat Emosional
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Pasang Rating BBRI Jadi Overweight, Ini Alasan JPMorgan Berikan Sinyal Positif
-
John Herdman Kemungkinan Coret Mauro Zijlstra Jelang Piala AFF 2026, Kenapa?