- Rupiah melemah 0,08 persen pada Kamis (8/1/2026), dibuka di Rp16.793 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar Amerika Serikat pagi ini.
- Rupiah diprediksi tetap tertekan dolar AS kuat akibat data ISM service yang positif.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih belum bangkit dari pembukaan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Kamis (8/1/2026) dibuka pada level Rp16.793 per dolar Amerika Serikat (AS).
Alhasil, rupiah melemah 0,08 persen dibanding penutupan pada Rabu yang berada di level Rp16.780 dolar AS.
Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.785 per dolar AS.
Saat ini, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Salah satunya, dolar Taiwan mencatat pelemahan terdalam yakni 0,27 persen, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,19 persen, won Korea melemah 0,13 persen.
Lalu, ada yen Jepang melemah 0,10 persen, dolar Singapura melemah 0,10 persen, yuan China melemah 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,03 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,009 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan peso Filipina menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan kenaikan 0,28 persen.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,75, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,68.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah juga terjadi di beberapa mata uang Asia lainnya.
Hal ini seiring dengan sentimen lokal dan luar negeri yang menekan rupiah.
Baca Juga: Rupiah Makin Loyo, Kini Tembus Rp16.780
"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan oleh dolar AS yang kembali menguat oleh data ISM service yang lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Selain itu, investor juga menantikan data cadangan devisa Indonesia. Jika cadangan devisa masih tinggi bisa membuat rupiah mengalami penguatan nanti.
"Namun perlemahan akan terbatas, investor menantikan data cadev Indonesia hari ini. Range 16.700-16.850," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Prabowo Gaspol Program 100 GW: Selamat Tinggal Diesel, Indonesia Menuju Mandiri Energi!
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Usai Lepas SariWangi ke Grup Djarum, Unilever (UNVR) Kini Jual Buavita?
-
Realisasi BBM Subsidi 2026 Aman, Stok Nasional di Atas 16 Hari
-
AVIA Bagikan Dividen Jumbo Rp1,36 Triliun, Segini Jatah untuk Pemegang Saham
-
IHSG Naik Lagi ke Level 7.307, Ini Pendorongnya
-
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
-
OCBC NISP Tebar Dividen Rp1,03 Triliun, Simak Rincian Hasil RUPST Terbaru!
-
Lowongan Kerja Bea Cukai Lulusan SMA Dipercepat Purbaya Jadi Bulan Ini
-
H&M Umumkan 160 Toko Bakal Gulung Tikar di 2026