Bisnis / Makro
Selasa, 27 Januari 2026 | 15:09 WIB
Bendera Malaysia dan Indonesia (dok. istimewa)
Baca 10 detik
  • Proyek jembatan Melaka-Dumai belum resmi di tingkat pusat; inisiatif sebatas penjajakan antara Riau dan Melaka (27/1/2026).
  • Fokus saat ini beralih ke realisasi pelabuhan feri RoRo Melaka-Dumai karena dianggap lebih realistis dalam waktu dekat.
  • Konjen RI mendorong Malaysia segera mulai proyek RoRo, sebab Indonesia telah menyatakan kesiapan infrastruktur pendukung.

Bahkan, pembahasan mengenai jalur ini sudah melampaui rentang waktu satu dekade tanpa adanya realisasi fisik yang signifikan.

Sigit mendorong agar Pemerintah Negeri Melaka segera memberikan tanda dimulainya proyek secara resmi sebagai bentuk komitmen politik dan ekonomi. Ia berharap momentum ini tidak kembali menguap seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Sinyal positif dari Melaka sangat penting untuk membangkitkan kembali antusiasme dan optimisme seluruh pemangku kepentingan. Hal ini mengingat Indonesia telah siap dengan infrastrukturnya dan pembahasan jalur ini sudah berlangsung lebih dari satu dekade," ujar Konjen Sigit, pada Selasa (27/1/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa bola kini berada di tangan pihak Malaysia untuk segera mewujudkan peresmian dimulainya pembangunan atau groundbreaking pelabuhan.

Keberhasilan proyek RoRo ini nantinya akan menjadi indikator penting sebelum melangkah lebih jauh pada proyek infrastruktur yang lebih masif seperti jembatan lintas negara.

Pertemuan koordinasi ini tidak hanya melibatkan jajaran birokrasi, tetapi juga menyertakan berbagai elemen strategis lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan dari PLAN Malaysia Melaka, Kumpulan Melaka Berhad, Lembaga Pelabuhan Melaka, Melaka Corporation, hingga akademisi dari UTeM.

Dari sisi Indonesia, delegasi diperkuat oleh Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru dan Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur. 

Load More