- IHSG pada Selasa, 27 Januari 2026, ditutup menguat tipis 0,05 persen mencapai level 8.980 akibat sentimen domestik dan global.
- Sentimen domestik mengenai pencabutan izin perusahaan di Sumatera membebani saham sektor teknologi dan industri signifikan.
- Rupiah menguat ke Rp16.768 per dolar AS sementara pasar menanti keputusan suku bunga The Fed hari Rabu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak terbatas atau sideways pada perdagangan, Selasa, 27 Januari 2026. IHSG ditutup menguat tipis 0,05 persen ke level 8.980, setelah sempat bergerak di zona merah sepanjang sesi perdagangan.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh kombinasi sentimen domestik dan global. Dari sisi sektoral, saham sektor teknologi mencatatkan penguatan terbesar, sementara sektor industri mengalami koreksi paling dalam.
Tekanan terhadap IHSG salah satunya berasal dari sentimen domestik terkait kabar Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang membuka peluang Danantara mengambil alih 28 perusahaan yang dicabut izinnya akibat bencana di Sumatera.
Isu tersebut turut menyeret saham-saham big caps, khususnya UNTR dan ASII, mengingat adanya tambang emas milik anak usaha UNTR yang masuk dalam daftar tersebut.
Penurunan signifikan pada kedua saham tersebut sempat membebani pergerakan indeks.
Namun, rebound sejumlah saham yang sebelumnya tertekan aksi jual dalam beberapa hari terakhir berhasil menahan pelemahan lebih lanjut, sehingga IHSG mampu ditutup menguat terbatas.
Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold dan berpotensi membentuk golden cross, yang membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek. Meski demikian, histogram negatif MACD terpantau semakin melebar, mengindikasikan tekanan masih belum sepenuhnya mereda.
IHSG tercatat ditutup di bawah level MA5, namun masih mampu bertahan di atas MA20. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan area support di 8.850, pivot di 8.950, dan resistance di 9.050.
Sementara itu, nilai tukar rupiah di pasar spot kembali ditutup menguat ke level Rp16.768 per dolar AS pada perdagangan Selasa. Pergerakan mata uang Asia terpantau variatif, seiring investor masih bersikap hati-hati menantikan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
Baca Juga: Daftar Saham LQ45, IDX30, dan IDX80 Terbaru: BREN, CUAN Hingga BUMI Masuk
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5%–3,75% pada pertemuan yang dijadwalkan Rabu (28/1). Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell pasca-rapat akan menjadi fokus utama pasar untuk melihat arah kebijakan moneter ke depan.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 55,23 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 27,39 triliun, serta frekuensi sebanyak 3,24 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 299 saham bergerak naik, sedangkan 420 saham mengalami penurunan, dan 239 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, LAJU, STAR, INAI, BOGA, ALKA, LMPI, GTSI, AGII, TAYS, AKSI, VKTR.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, RMKO, INTD, SSTM, AIMS, BEEF, KICI, INDY, JAST, MPPA, HOMI SMGA.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
IHSG Ditutup Perkasa ke Level 7.100, Ini Pemicunya
-
Aksi Nyata Peduli Bumi, Pegadaian Inisiasi Gerakan PURE Movement
-
BI Kuras Devisa Negara Triliunan Demi Rupiah Menguat 'Se-Perak Dua-Perak'
-
Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen
-
Rupiah Cetak Rekor Buruk ke Level Rp17.326 per Dolar AS
-
Kelas Menengah Terus Mengelus Dada: Gaji Tak Naik-naik dan Daya Beli yang Kian Payah
-
Hilirisasi Digeber, RI Bidik Pangkas Impor BBM dan LPG hingga Rp1,25 Miliar per Tahun
-
Purbaya Siap Kasih Insentif Pajak ke Pasar Modal, Tapi Ada Syaratnya
-
Gerbong Wanita Disorot Usai Kecelakaan KRL, Salah Posisi atau Salah Sistem?
-
Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot