Bisnis / Keuangan
Minggu, 01 Februari 2026 | 16:02 WIB
ilustrasi emas (freepik)
Baca 10 detik
  • Operator emas daring terkemuka, Jieworui, di Shenzhen mengalami krisis likuiditas akut dengan dana tertahan sekitar Rp29,5 triliun.
  • Jieworui menawarkan leverage sangat tinggi hingga 40 kali lipat serta imbal hasil menarik bagi nasabah sejak krisis memuncak 20 Januari.
  • Pemerintah Shenzhen membentuk satuan tugas khusus setelah 150.000 korban protes karena pembatasan penarikan dana secara sepihak.

Ia berjanji akan memberikan penjelasan yang memuaskan dan mengeklaim telah secara sukarela meminta pengawasan pemerintah atas seluruh aset perusahaan. Manajemen Jieworui menegaskan bahwa aset nasabah masih aman dan tidak tersentuh.

Saat ini, skema penyelesaian sedang dalam tahap negosiasi antara pihak perusahaan dan regulator. Proses ini diperkirakan memakan waktu antara 7 hingga 15 hari untuk mencapai kesepakatan final mengenai pengembalian dana nasabah.


DISCLAIMER: Investasi pada instrumen emas, terutama yang melibatkan skema leverage tinggi dan platform daring non-reguler, memiliki risiko kerugian modal yang sangat besar. Artikel ini disusun berdasarkan laporan media internasional mengenai situasi di Tiongkok dan bukan merupakan saran investasi. Pastikan Anda hanya bertransaksi melalui pialang atau lembaga keuangan yang memiliki izin resmi dari otoritas berwenang (seperti Bappebti atau OJK di Indonesia) guna menghindari risiko gagal bayar serupa.

Load More